Aramco Terbitkan Obligasi USD5 Miliar di Tengah Tekanan Harga Minyak

AKURAT.CO Perusahaan minyak terbesar dunia, Saudi Aramco, berhasil menerbitkan obligasi dolar AS senilai USD5 miliar pada Selasa (27/5/2025), menandai langkah strategis untuk memperkuat neraca keuangan perusahaan di tengah tekanan berkelanjutan akibat pelemahan harga minyak global.
Penerbitan ini terdiri dari tiga tahap, dengan tenor terpanjang mencapai 30 tahun yang berhasil mengumpulkan USD2,25 miliar.
Obligasi tersebut menawarkan imbal hasil sebesar 1,55 poin persentase di atas imbal hasil obligasi negara Amerika Serikat (US Treasury), lebih rendah dari indikasi awal yang dipatok sekitar 1,85 poin persentase.
Baca Juga: Ekspansif, Aramco Balik ke Pasar Utang
Menurut sumber yang mengetahui langsung transaksi ini, namun tidak berwenang berbicara di depan publik, dana hasil penjualan akan digunakan untuk keperluan umum perusahaan, termasuk memperkuat struktur modal dan mendukung belanja operasional.
Langkah ini sejalan dengan pernyataan Chief Financial Officer (CFO) Aramco, Ziad Al-Murshed, pada November lalu, yang mengindikasikan adanya penerbitan surat utang lanjutan setelah sebelumnya perusahaan merilis obligasi senilai 9 miliar dolar AS pada 2023.
Aramco tengah menghadapi kenaikan utang bersih ke level tertinggi dalam tiga tahun terakhir akibat tekanan dari pembayaran dividen yang besar serta biaya operasional yang meningkat.
Meski demikian, gearing ratio perusahaan tercatat sebesar 5,3%, masih jauh di bawah rata-rata perusahaan minyak global, memberi ruang bagi perusahaan untuk mengambil tambahan pinjaman.
Baca Juga: Cari Dana USD11,2 M, Aramco IPO di Pasar Sekunder
Penerbitan obligasi ini juga mencerminkan upaya perusahaan menyesuaikan diri terhadap dinamika pasar energi global, yang dalam beberapa bulan terakhir mengalami fluktuasi harga tajam akibat ketidakpastian geopolitik dan pergeseran kebijakan energi di negara-negara konsumen utama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










