Petronas Bidik Lapangan Migas di Madura Beroperasi pada 2027
Camelia Rosa | 20 Mei 2025, 20:40 WIB

AKURAT.CO Petronas Indonesia menargetkan proyek-proyek strategis yang sedang berjalan, seperti pengembangan lapangan Bukit Tua Fase-4 dan Bukit Panjang di Wilayah Kerja Ketapang, serta pengembangan lapangan Hidayah di Wilayah Kerja North Madura II dapat mulai berproduksi pada tahun 2027 mendatang.
"Kami saat ini tengah mempersiapkan pengembangan lapangan Hidayah di Wilayah Kerja North Madura II, dengan target produksi pertama pada tahun 2027 dan puncak produksi diproyeksikan mencapai sekitar 18.000 barel minyak per hari (BOPD)," jelas VP of Production Operations Petronas Indonesia Wimbuh Nawa Nugroho di sela acara Indonesian Petroleum Association (IPA) Convex 2025 di ICE BSD, Tangerang, Selasa (20/5/2025).
Senada, VP of SCM and Business Support Petronas Indonesia, Windhy Biotrie Juwita menegaskan posisi perusahaan sebagai mitra strategis dalam mendukung ketahanan energi dan pengembangan ekonomi lokal di Jawa Timur.
"Dengan berbagai proyek hulu migas yang progresif serta inisiatif pemberdayaan masyarakat, PETRONAS Indonesia terus menunjukkan dedikasinya untuk memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi Indonesia," terangnya.
Dalam kesempatan yang sama, kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Hudi D Suryodipuro memberikan apresiasi atas kiprah Petronas di industri hulu migas Indonesia.
Hudi menilai Petronas adalah salah satu KKKS yang agresif melakukan investasi di Indonesia baik melalui akuisisi maupun participating interest.
Salah satunya adalah masuknya Petronas di blok Masela sehingga proyek Abadi Masela kembali bergerak sejak setahun yang lalu setelah sekian lama terhenti akibat hengkangnya salah satu partner INPEX di blok tersebut.
Hudi pun menambahkan Petronas memiliki produksi minyak dan gas yang signifikan di Jawa Timur. Menurutnya, produksi itu akan semakin meningkat jika proyek Hidayah sudah on stream di tahun 2027.
"Kami berharap proyek Hidayah bisa on stream lebih cepat, serta penemuan-penemuan lainnya dapat segera berproduksi untuk mendukung tercapai program swasembada energi yang dicanangkan oleh Bapak Presiden," jelas Hudi.
Sebagai informasi, Petronas adalah operator untuk Kontrak Bagi Hasil Wilayah Kerja Ketapang, North Madura II, dan North Ketapang yang terletak di lepas pantai Jawa Timur, serta Wilayah Kerja Bobara, yang terletak di lepas pantai Papua Barat, dan menjadi mitra untuk lima Kontrak Bagi Hasil lainnya yang terletak di darat dan lepas pantai Sumatra, Laut Natuna, Jawa Timur, serta Indonesia Timur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










