AKURAT.CO Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia melihat terbukanya peluang besar dalam memperkuat kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS).
Hal ini disampaikan Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, usai melakukan lawatan bisnis ke Negeri Paman Sam.
Anindya menyatakan bahwa nilai perdagangan antara Indonesia dan AS bisa meningkat drastis dalam beberapa tahun ke depan.
“Prediksi kami di Kadin, kalau antara ekspor dan impor Indonesia-AS itu USD39–40 miliar kurang lebih. Dalam waktu 2–3 tahun, kalau kita pandai, itu bisa menjadi USD80 miliar. Dalam empat tahun, bisa jadi USD120 miliar. Kalau misalnya kita menyiasatinya benar,” ujar Anin dalam keterangannya, Selasa (13/5/2025).
Baca Juga: Ekonom Kritik Langkah Pemerintah Alihkan Impor Minyak dari Singapura ke AS
Menurutnya, saat ini nilai ekspor Indonesia ke AS tercatat sekitar USD25 miliar, sementara impor dari AS mencapai USD13 miliar. Dengan demikian, total perdagangan kedua negara berada di angka USD40 miliar.
Melalui negosiasi tarif resiprokal yang terbuka, Kadin optimistis perdagangan bilateral ini dapat dilipatgandakan. Lebih lanjut, Anin menjelaskan bahwa AS menginginkan keseimbangan neraca perdagangan.
“Surplus perdagangan Indonesia terhadap AS sebesar USD18 miliar itu akan diseimbangkan. Jadi, ada kemungkinan nilai impor dari AS ke Indonesia akan bertambah sebagai penyeimbang,” kata dia.
Selain peningkatan nilai perdagangan melalui komoditas konvensional, peluang ekspor Indonesia juga terbuka lebar di sektor tekstil dan produk tekstil (TPT), termasuk alas kaki.
Menurut Anin, sektor ini berpotensi menambah ekspor hingga USD10 miliar. "Secara bertahap, kita bisa menambah ekspor senilai USD10 miliar lagi," tambahnya.
Sebaliknya, AS juga memiliki potensi untuk mengekspor produk-produk pangan seperti kedelai, gandum, susu, dan daging ke Indonesia.
Dengan kontribusi dari kedua sisi, nilai perdagangan bisa menembus angka USD80 miliar dalam waktu dekat, bahkan menuju USD120 miliar, mendekati nilai perdagangan Indonesia–China yang mencapai USD130 miliar.
Tak hanya soal perdagangan barang, Indonesia juga berpeluang besar menjual kredit karbon dan mineral kritis ke AS, seiring komitmen global terhadap isu perubahan iklim.
Meski Presiden Donald Trump diketahui mengambil langkah keluar dari Paris Agreement, Anin bilang banyak negara bagian AS tetap mendukung agenda lingkungan.
“Di sana (AS), dua per tiga dari 50 negara bagian menyatakan ingin lanjut dengan Perjanjian Paris, termasuk negara bagian seperti Texas yang justru paling banyak menggunakan energi angin dan surya,” tutur Anin usai menghadiri Bloomberg NEF Summit 2025 bersama Utusan Khusus Presiden Bidang Perubahan Iklim dan Energi, Hashim S. Djojohadikusumo.
Anin menyebut, Indonesia memiliki potensi besar dalam penyediaan kredit karbon dari sektor kehutanan, konservasi, hingga proyek Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD+).
“Indonesia juga melakukan preservasi biodiversitas yang bisa menjadi carbon capture yang bagus dan juga masuk pasar karbon. Banyak mitra di sana yang sangat meminati,” ujarnya.
Lebih jauh, potensi ekspor mineral kritis seperti nikel, tembaga, seng, bauksit, dan emas juga menjadi perhatian investor AS.
“Mineral kritis adalah bahan baku utama kendaraan listrik dan energi terbarukan. AS berharap kita bisa mengekspor dan mereka bisa bangun pabrik pengolahannya di Indonesia,” tegas Anin.
Dengan kemampuan energi terbarukan yang dimiliki Indonesia, termasuk rencana RUPTL PLN sebesar 103 gigawatt di 15 tahun mendatang dan 75% di antaranya bersumber dari energi hijau.
Anin meyakini bahwa Indonesia bisa menjadi pusat dekarbonisasi sekaligus mitra strategis AS dalam transisi energi global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 3KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 6Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 7Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 8Prediksi Sassuolo vs Lazio 28 Oktober 2026: Jay Idzes Absen, Biancocelesti Diunggulkan
- 9KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah
- 10Geledah Kantor Pusat Djarum, KPK Dalami Penyimpangan Penerimaan Cukai Rokok








