SPKS Nilai Sertifikasi ISPO Kunci Tata Kelola Sawit dan Daya Saing Global

AKURAT.CO Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS)mendukung penuh percepatan sertifikasi ISPO karena dinilai menjadi alat perbaikan tata kelola sawit dan meningkatkan daya saing global.
Ketua Umum SPKS, Sabarudin menyebutkan bahwa sertifikasi ISPO merupakan instrumen utama untuk memperbaiki tata kelola industri sawit nasional dari hulu ke hilir.
“Kita dukung 100 persen sertifikasi ISPO, terutama karena ini akan menjadi alat negosiasi penting bagi Indonesia di pasar global,” kata Sabarudin dalam keterangannya di Jakarta, Senin (12/5/2025).
Baca Juga: Tarif Punggutan Ekspor CPO Naik, SPKS: Ini Sama Halnya dengan Membunuh Petani Kelapa Sawit!
Menurutnya, ISPO bukan hanya soal keberlanjutan lingkungan, tetapi juga terkait kesejahteraan petani dan penguatan posisi sawit Indonesia di mata konsumen dunia.
Sabarudin menekankan bahwa ISPO akan mendorong penerapan praktik budidaya terbaik (GAP/BMP), manajemen lingkungan yang baik, serta penguatan kelembagaan petani melalui pelatihan dan pendampingan.
Ia menambahkan, sektor sawit sangat penting karena menyerap sekitar 3,6 juta tenaga kerja langsung di desa-desa dan menghasilkan devisa hingga Rp300 triliun setiap tahun bagi negara.
“Kami percaya ISPO akan mendorong produktivitas dan kesejahteraan petani melalui sistem perkebunan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Baca Juga: Ketua DPD Minta Pemerintah Kembali Berikan Subsidi Pupuk kepada Petani Kelapa Sawit Mandiri
Sosialisasi Perpres Nomor 16 Tahun 2025 tentang ISPO telah digelar sebelumnya dengan melibatkan lintas pemangku kepentingan dari seluruh Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










