Akurat

Implementasi BHR Belum Optimal, Menaker Minta Maaf ke Ojol

Camelia Rosa | 8 Mei 2025, 23:07 WIB
Implementasi BHR Belum Optimal, Menaker Minta Maaf ke Ojol

AKURAT.CO Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli meminta maaf kepada para pengemudi ojek online (ojol) lantaran pelaksanaan bonus hari raya (BHR) yang belum optimal. 

"Saya juga mohon maaf kalau BHR kemarin, saya dan Pak Wamen itu belum optimal," ujar Yassierli dalam acara diskusi publik bersama puluhan pengemudi ojol yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan di Plaza BPJamsostek, Jakarta, Kamis (8/5/2025). 
 
Yassierli menuturkan, pelaksanaan BHR belum optimal dikarenakan pembasahannya dilakukan dalam waktu yang singkat. Terlebih, pihaknya juga mempertimbangkan kondisi keuangan aplikator yang tidak fleksibel sehingga harus segera membuat keputusan. 
 
 
"Semakin lama kita memutuskan waktu itu, kondisi finansial dari aplikatornya juga semakin tidak fleksibel," imbuhnya. 
 
Kebijakan pemberian BHR juga diakui Yassierli menjadi perdebatan di kalangan akademisi. Sebab, menurut para akademisi tidak ada negara yang menerapkan kebijakan BHR untuk pekerja berstatus mitra. 
 
Namun Yassierli menegaskan bahwa pemberian tunjangan di hari raya merupakan kearifan lokal Indonesia, tak perlu disandingkan dengan teori-teori manajemen. 
 
"Saya katakan, saya sudah selesai dengan teori manajemen apapun. Dan ternyata saya melihat ada hal yang berbeda, dan itu adalah keunggulan kita, bahwa kita memiliki yang disebut dengan kearifan lokal. Sehingga kalau sudah bicara kearifan lokal, saya lebih cenderung tidak bicara regulasi. Makanya kemarin kita muncul dengan himbauan," tukas Yassierli. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.