Akurat

Indorama Bakal Investasi Pabrik Blue Amonia Senilai USD2 Miliar di AS

Camelia Rosa | 28 April 2025, 16:43 WIB
Indorama Bakal Investasi Pabrik Blue Amonia Senilai USD2 Miliar di AS

AKURAT.CO Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan PT Indorama Synthetics Tbk (Indorama) berencana melakukan investasi di Louisiana, Amerika Serikat.

"Selanjutnya juga kami sampaikan, Bapak Presiden, ada rencana perusahaan Indorama untuk investasi USD2 miliar di Louisiana untuk Blue Ammonia," jelasnya saat konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (28/4/2025).

Airlangga menuturkan, Indorama, perusahaan multiproduk yang memulai bisnis di Purwakarta, Jawa Barat dan telah melakukan ekspansi di berbagai negara termasuk Amerika Serikat.

Baca Juga: Kepala BKPM Resmikan Perluasan Pabrik Indorama Synthetics Senilai Rp510 Miliar

Ia bilang, Indorama sendiri telah memiliki beberapa pabrik PET di Amerika Serikat. Pabrik-pabrik tersebut menghasilkan PET yang digunakan untuk berbagai aplikasi, seperti botol untuk minuman ringan atau softdrink.

"Mereka sudah akan bangun di Lousiana sekarang sedang dalam proses financial front-end engineering design (FEED)," tukasnya.

Perlu diketahui, proses FEED adalah pendekatan desain rekayasa yang digunakan untuk mengendalikan biaya proyek dan merencanakan proyek secara menyeluruh sebelum penawaran harga tetap diajukan.

Indorama sendiri memiliki rencana mengembangkan amonia biru (blue ammonia) di Indonesia, termasuk melalui kerja sama dengan Pupuk Indonesia (Persero).

Blue amonia atau amonia biru adalah amonia yang yang diproduksi dengan proses yang menangkap dan menyimpan emisi karbon dioksida (CO2) selama produksinya, sehingga lebih ramah lingkungan dibandingkan amonia konvensional menurut Wood.

Proses ini menggunakan energi fosil, namun emisi karbonnya dikurangi dengan cara penangkapan dan penyimpanan karbon. Indorama, sebagai perusahaan kimia besar, juga tertarik dengan produksi amonia biru sebagai bagian dari upaya dekarbonisasi. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.