Akurat

Gula Semut Kulon Progo Tembus Pasar Kanada dan Malaysia

Hefriday | 23 Maret 2025, 17:28 WIB
Gula Semut Kulon Progo Tembus Pasar Kanada dan Malaysia

AKURAT.CO Peluang ekspor komoditas pertanian semakin terbuka lebar, terutama bagi petani milenial yang kini mendapat dukungan penuh dari pemerintah.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan pentingnya peran petani muda dalam meningkatkan ekspor produk pangan guna memperkuat perekonomian nasional.

"Sektor pertanian memiliki potensi besar yang dapat memperkuat perekonomian nasional, terutama dalam mendukung ketahanan pangan dan ekspor," ujar Sudaryono dalam keterangannya, Minggu (23/3/2025).
 
Pernyataan itu disampaikan usai dirinya melepas ekspor gula semut asal Kulon Progo, Yogyakarta, ke Kanada dan Malaysia. Sebanyak 20 ton gula semut senilai Rp800 juta dikirim ke Kanada, sementara Malaysia menerima 2 ton dengan nilai Rp300 juta.
 
"Saya sangat mendukung gerakan para petani muda untuk melakukan ekspor apa saja dan di mana saja, terutama yang berkaitan dengan pangan seperti yang dilakukan saat ini," lanjutnya.
 
 
Sudaryono, yang akrab disapa Mas Dar, menjelaskan bahwa sektor pertanian kini menjadi perhatian utama Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah berkomitmen untuk memperkuat ketahanan pangan dan membuka lebih banyak peluang ekspor bagi produk pertanian Indonesia.
 
Menurutnya, ekspor merupakan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global. "Pak Prabowo saat ini lebih menitikberatkan pada sektor yang langsung menyentuh kerakyatan. Kami di bawahnya akan mendukung yang baik untuk rakyat banyak," tegasnya.
 
Sebagai bentuk dukungan konkret, Presiden Prabowo telah mengambil beberapa kebijakan penting, seperti meningkatkan volume pupuk subsidi hingga 100% menjadi 9,55 juta ton pada 2025.
 
Selain itu, pemerintah juga menaikkan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah petani menjadi Rp6.500 per kilogram, menyediakan benih gratis, serta mendistribusikan alat mesin pertanian guna meningkatkan produksi.
 
"Ingat, Pak Presiden sudah membereskan urusan pupuk, HPP gabah sudah beres, UMR dinaikkan, pemeriksaan kesehatan gratis, harga listrik dan tiket dikurangi, serta tunjangan guru dinaikkan," paparnya.
 
Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri menegaskan bahwa pemerintah terus menggali berbagai perjanjian dagang guna memperluas pasar ekspor produk pertanian Indonesia.
 
"Kita akan selalu mendukung dan mengamankan pasar dalam negeri serta memperkuat pasar luar negeri. Jadi ekspor ini sangat relevan. Kita akan terus menjajaki perjanjian perdagangan dengan berbagai negara, termasuk Amerika dan Kanada," jelasnya.
 
Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, juga menyampaikan apresiasinya atas perhatian besar pemerintah pusat terhadap pengembangan ekspor pertanian di daerahnya. "Di Kulon Progo ini banyak petani muda yang perlu dibantu. Alhamdulillah, saya bahagia karena ada potensi ekspor gula semut yang bisa berkembang lebih jauh," ungkapnya.
 
Dengan dukungan kebijakan yang tepat dan sinergi berbagai pihak, diharapkan ekspor pangan dari petani milenial terus meningkat. Selain mendongkrak kesejahteraan petani, hal ini juga berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja di pedesaan serta meningkatkan devisa negara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa