Musim Mudik Lebaran 2025, 7 Bandara InJourney Airports Beroperasi 24 Jam
Demi Ermansyah | 2 Maret 2025, 20:59 WIB

AKURAT.CO Menyambut arus mudik Lebaran 2025, PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) memastikan sejumlah bandara akan beroperasi 24 jam penuh guna mengakomodasi lonjakan jumlah penumpang dan jadwal penerbangan tambahan.
Direktur Utama InJourney Airports, Faik Fahmi, menyatakan bahwa selain menurunkan tarif jasa kebandarudaraan, pihaknya juga telah menyiapkan operasional bandara selama 24 jam penuh di beberapa lokasi strategis.
“Dengan meningkatnya pergerakan penumpang selama Lebaran, kami menyesuaikan operasional bandara agar tetap optimal dalam melayani masyarakat,” ujar Faik dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (2/3/2025).
Baca Juga: Mudik Lebaran 2024, InJourney Airports Beri Diskon Tarif Layanan Bandara hingga 50 Persen
Beberapa bandara yang dipastikan akan beroperasi penuh selama periode angkutan Lebaran 2025 meliputi:
- Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang)
- Bandara I Gusti Ngurah Rai (Bali)
- Bandara Kualanamu (Deli Serdang)
- Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta)
- Bandara Hang Nadim (Batam)
- Bandara Sultan Hasanuddin (Makassar)
- Bandara Sam Ratulangi (Manado)
Selain itu, bandara lain juga akan menyesuaikan jam operasionalnya berdasarkan permintaan penerbangan dan jumlah penumpang di masing-masing daerah.
Dengan adanya kebijakan ini, InJourney Airports optimistis dapat mengurangi kepadatan di bandara dan mencegah penumpukan penumpang, terutama pada puncak arus mudik dan balik Lebaran.
“Kami ingin memastikan perjalanan masyarakat tetap nyaman dan lancar. Karena itu, selain kesiapan infrastruktur, kami juga meningkatkan layanan di berbagai aspek, mulai dari sistem check-in hingga keamanan bandara,” kata Faik.
Agar kebijakan ini berjalan optimal, InJourney Airports juga berkoordinasi dengan maskapai penerbangan, otoritas bandara, serta instansi terkait.
“Kami terus berkomunikasi dengan maskapai agar jadwal penerbangan bisa disesuaikan dengan kebutuhan penumpang, terutama untuk penerbangan tambahan,” jelas Faik.
Dengan jam operasional yang diperpanjang, diharapkan masyarakat memiliki lebih banyak pilihan penerbangan dengan harga yang lebih kompetitif. Hal ini juga diharapkan mendorong aktivitas ekonomi, terutama di daerah yang menjadi tujuan mudik dan wisata.
“Semakin banyak penerbangan yang tersedia, semakin tinggi perputaran ekonomi, baik dari sektor pariwisata, bisnis, maupun industri pendukung lainnya,” tambahnya.
Kebijakan ini juga sejalan dengan Asta Cita pemerintahan Prabowo-Gibran, yang menargetkan peningkatan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi berbasis transportasi udara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










