Akurat Logo

Mudik Lebaran 2024, InJourney Airports Beri Diskon Tarif Layanan Bandara hingga 50 Persen

Demi Ermansyah | 2 Maret 2025, 20:26 WIB
Mudik Lebaran 2024, InJourney Airports Beri Diskon Tarif Layanan Bandara hingga 50 Persen

AKURAT.CO Kabar baik bagi masyarakat yang merencanakan mudik Lebaran 2025 dengan pesawat.

PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) resmi menurunkan tarif jasa kebandarudaraan guna mendukung penurunan harga tiket pesawat.

Direktur Utama InJourney Airports, Faik Fahmi, mengungkapkan bahwa pihaknya memangkas tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) dan Pelayanan Jasa Pendaratan, Penempatan, dan Penyimpanan Pesawat Udara (PJP4U) masing-masing sebesar 50%.

Baca Juga: Asyik, Ada Diskon Tiket Pesawat 13-14 Persen Selama Mudik Lebaran 2025

“Ini langkah konkret kami untuk membantu masyarakat mendapatkan tiket pesawat dengan harga lebih terjangkau selama periode angkutan Lebaran 2025,” ujar Faik dalam keterangannya, Minggu (2/3/2025).

Tarif PJP2U adalah biaya layanan bandara yang biasanya dititipkan dalam harga tiket pesawat. Dengan adanya pemangkasan 50%, otomatis harga tiket penerbangan domestik akan ikut turun.

Sementara itu, tarif PJP4U, yang merupakan biaya untuk maskapai dalam hal pendaratan dan penyimpanan pesawat, juga dipangkas 50%. Ini memberikan kelonggaran bagi maskapai untuk menekan biaya operasional mereka.

“Dengan menurunkan dua tarif ini, kami berharap maskapai bisa ikut berkontribusi dalam menekan harga tiket, sehingga masyarakat yang ingin mudik bisa lebih mudah menjangkau moda transportasi udara,” tambah Faik.

Diskon tarif ini berlaku di 37 bandara yang dikelola InJourney Airports dan diperuntukkan bagi penumpang kelas ekonomi rute domestik serta penerbangan tambahan (extra flight) selama periode pembelian tiket 1 Maret - 7 April 2025 dan keberangkatan 24 Maret - 7 April 2025

Selain membantu masyarakat, kebijakan ini juga sejalan dengan program Asta Cita pemerintahan Prabowo-Gibran, yang menargetkan pertumbuhan ekonomi dengan meningkatkan aksesibilitas transportasi.

Dengan harga tiket yang lebih murah, diperkirakan jumlah penumpang akan meningkat. Ini akan menjadi momentum positif bagi industri penerbangan yang sempat terpukul akibat pandemi dan tantangan ekonomi global.

“Semakin banyak orang yang bisa bepergian dengan pesawat, semakin besar dampaknya bagi industri aviasi dan sektor ekonomi lainnya,” tukas Faik.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.