Harga Minyak Global Terjun Bebas Imbas Meredanya Ketegangan Geopolitik
Hefriday | 22 Februari 2025, 19:25 WIB

AKURAT.CO Pada Jumat (21/2/2025), harga minyak global mengalami penurunan signifikan seiring dengan meredanya ketegangan di Timur Tengah dan penurunan kekhawatiran terkait kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina. Hal ini mendorong aksi jual di pasar minyak dunia.
Minyak mentah Brent ditutup turun sebesar USD2,05 atau 2,68% menjadi USD74,43 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah sebesar USD2,08 atau 2,87% hingga mencapai USD70,40 per barel.
Secara mingguan, harga Brent turun sekitar 0,4% dan WTI tercatat turun 0,5%. Penurunan ini menunjukkan bahwa stabilisasi situasi geopolitik turut mengurangi tekanan harga di pasar minyak.
Dikutip dari berbagai sumver, Sabtu (22/2/2025), berkurangnya ketegangan di Timur Tengah, terutama setelah gencatan senjata di Gaza tetap bertahan, telah mengurangi premi risiko yang selama ini memicu kenaikan harga minyak.
Tak hanya faktor geopolitik, pasar minyak sempat tertekan oleh laporan dari peneliti di Institut Virologi Wuhan, China. Penemuan virus corona jenis baru pada kelelawar sempat memicu kekhawatiran, yang berdampak pada penurunan harga minyak sekitar USD2 per barel.
Di sisi lain, laporan dari Badan Informasi Energi AS (EIA) pada Kamis (20/2/2025) menunjukkan adanya peningkatan stok minyak mentah di AS. Kenaikan ini dipicu oleh pemeliharaan musiman di kilang-kilang yang mengakibatkan penurunan tingkat pemrosesan.
Aktivitas di sektor energi juga menunjukkan tren positif. Data Baker Hughes mencatat bahwa jumlah rig minyak dan gas di AS naik empat unit menjadi total 592 rig, mencapai level tertinggi sejak Juni, dalam empat pekan berturut-turut.
Meski demikian, kekhawatiran akan potensi gangguan pasokan masih menghantui pasar. Rusia melaporkan penurunan aliran minyak dari Konsorsium Pipa Kaspia (CPC) hingga 30-40% akibat serangan drone Ukraina yang mengguncang stasiun pemompaan.
Namun, pasokan minyak dari ladang Tengiz di Kazakhstan melalui jalur CPC tetap berjalan normal. Bahkan, Kazakhstan berhasil mencatat rekor volume produksi minyak meskipun terdapat gangguan pada jalur ekspor, menandakan kemampuan negara tersebut untuk mempertahankan outputnya.
Seiring dengan itu, serangan drone Ukraina turut memberikan dukungan terhadap harga minyak agar tidak terjun lebih dalam. Para analis memperkirakan bahwa OPEC+ berpotensi menunda pemotongan produksi, mengingat harga minyak masih berada di bawah ambang USD80 per barel.
Di balik dinamika pasar minyak, situasi politik juga turut mempengaruhi. Hubungan antara Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dan Presiden AS Donald Trump memburuk setelah Zelenskiy mengkritik proses negosiasi damai antara AS dan Rusia yang dianggap tidak melibatkan Kyiv secara langsung.
Setelah pertemuan dengan utusan Trump, Zelenskiy menyatakan kesiapan untuk segera menyusun perjanjian investasi dan keamanan dengan AS. Kilduff menambahkan bahwa tekanan dari pihak Trump terhadap Ukraina dapat membuka peluang pelonggaran sanksi terhadap Rusia, yang berpotensi membawa kembali aliran minyak Rusia ke pasar global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Prancis Terbuka: Ganda Putra Indonesia Menggila, Leo/Daniel dan Raymond/Joaquin Melesat ke Perempat Final
- 3Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 420 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 5Megawati Hangestri Dapat Julukan Baru dari Media Korea, Apa Artinya?
- 6Real Madrid vs PSG: Jose Mourinho Senang dengan Wasit yang Pimpin Laga Malam Ini
- 730 Kata-Kata untuk Poster Hari Santri 2026 yang Singkat dan Penuh Makna
- 8Link Download PDF Hari Santri 2026 dari Kemenag, Ada Teks Doa dan Pedoman Upacara
- 9KPK Sita BMW Milik Richard Erlangga dalam Korupsi BNPB, Total Ada Empat Mobil
- 10KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot








