Harga Kontrak CPO di Bursa Malaysia dalam Tren Bullish
Hefriday | 22 Februari 2025, 19:21 WIB

AKURAT.CO Pasar minyak sawit kembali menunjukkan dinamika positif. Pada Jumat (21/2/2025), harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) mencatat penguatan yang signifikan, menandakan sentimen pasar yang optimis.
Dikutip dari berbagai sumber, Sabtu (22/2/2025), data penutupan mengungkapkan bahwa kontrak berjangka CPO untuk Maret 2025 naik sebesar RM20, mencapai angka RM4.836 per ton. Kenaikan ini menjadi indikasi bahwa para pelaku pasar melihat prospek cerah bagi komoditas sawit.
Tidak hanya kontrak Maret, kontrak berjangka CPO April 2025 juga menunjukkan tren penguatan dengan kenaikan sebesar RM26, sehingga harga tercatat mencapai RM4.762 per ton. Kondisi ini menguatkan ekspektasi bahwa pasar CPO akan terus mendukung pergerakan harga yang positif.
Pada kontrak berjangka CPO Mei 2025, terjadi penguatan sebesar RM22 yang menempatkan harga di level RM4.664 per ton. Data ini mempertegas bahwa momentum positif masih berlanjut, terutama menjelang periode-periode penting dalam kalender industri sawit.
Tren penguatan pun berlanjut pada kontrak berjangka CPO Juni 2025, yang mencatat kenaikan RM18 sehingga mencapai RM4.548 per ton. Kenaikan ini turut menambah keyakinan investor terhadap stabilitas pasar minyak sawit.
Selanjutnya, kontrak berjangka CPO untuk Juli 2025 naik RM14 mencapai RM4.441 per ton, sedangkan kontrak Agustus 2025 menguat sebesar 10 Ringgit Malaysia, dengan harga mencapai RM4.367 per ton. Pergerakan ini menggambarkan konsistensi tren bullish dalam berbagai periode kontrak.
Menurut analisis dari Research and Development Girta Yoga, tren penguatan harga CPO dipicu oleh beberapa faktor, termasuk laporan cuaca dari badan meteorologi Malaysia. Proyeksi hujan lebat yang masih diperkirakan berlangsung hingga 25 Februari di Malaysia dan Indonesia menjadi salah satu pendorong utama optimisme pasar.
Selain faktor cuaca, pembentukan satgas untuk penertiban kawasan hutan serta langkah pengamanan pasokan sawit menjelang Ramadan turut mempengaruhi sentimen positif. Kebijakan tersebut dianggap penting untuk menjaga kestabilan pasokan sawit dalam negeri sekaligus mendukung ekspor.
Dari segi teknikal, Yoga mencatat bahwa harga CPO berada di level resistance terdekat di kisaran RM4.800 per ton, dengan support terdekat di angka RM4.650 per ton. Parameter ini menjadi acuan bagi investor dalam menyusun strategi perdagangan mereka ke depan.
Data historis menunjukkan bahwa sejak pekan ketiga Februari, harga CPO telah menguat sebesar 7,94% dan secara year-to-date mencatat kenaikan sebesar 6,21%. Angka-angka ini menandakan bahwa meskipun pasar memiliki fluktuasi, tren bullish tetap mendominasi pergerakan harga CPO.
Meski optimisme menyelimuti pasar, para analis tetap mengimbau pelaku pasar untuk berhati-hati. Dinamika global dan faktor eksternal lainnya dapat mempengaruhi pergerakan harga, sehingga kewaspadaan tetap diperlukan agar investasi di sektor ini tetap aman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










