Sawit Jadi Fondasi RI Surplus Dagang 65 Kali Beruntun Sejak 2020
Hefriday | 13 November 2025, 18:44 WIB

AKURAT.CO Indonesia masih mencatatkan surplus perdagangan pada September 2025, yang merupakan ke-65 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
Surplus ini didorong oleh komoditas nonmigas, seperti lemak dan minyak nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menegaskan, sektor kelapa sawit memiliki peran strategis dalam menjaga surplus neraca perdagangan nasional.
Dirinya menyebut, hingga September 2025, surplus perdagangan Indonesia tercatat mencapai USD4,34 miliar, di mana ekspor sawit menjadi salah satu penopang utama.
“Dari Januari hingga September, ekspor minyak sawit Indonesia mencapai 28,55 juta ton, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” kata Airlangga dalam pembukaan 21st Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) and 2026 Price Outlook di Nusa Dua, Bali, Kamis (13/11/2025).
Baca Juga: Sawit Jadi Solusi Isu Krisis Pangan Global
Airlangga menyampaikan, India dan China masih menjadi pasar utama bagi ekspor minyak sawit Indonesia, sementara permintaan dari Jepang dan Selandia Baru terus menunjukkan peningkatan.
Selain mendorong ekspor, stabilitas harga tandan buah segar (TBS) sawit juga memberikan dampak positif bagi petani. Saat ini, harga TBS berada di kisaran Rp3.000 per kilogram.
“Harga sawit yang stabil menjaga kesejahteraan petani sekaligus memperkuat daya saing industri,” ujarnya.
Airlangga menambahkan, pemerintah terus memperkuat keberlanjutan industri sawit melalui sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO). Sistem informasi terpadu tengah disiapkan untuk menghubungkan kebijakan, data sertifikasi, dan rantai pasok secara transparan.
“Langkah ini akan meningkatkan transparansi dan memungkinkan pelacakan real time,” kata dia.
Lebih lanjut, Airlangga menegaskan pentingnya hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri. Menurutnya, industri sawit tidak boleh berhenti pada ekspor bahan mentah.
“Melalui inovasi dan hilirisasi, kita dapat menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat industri nasional,” ucapnya.
Airlangga juga mencontohkan kerja sama antara Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dengan industri pertahanan, yang kini memanfaatkan bahan baku sawit untuk produksi dalam negeri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










