Didorong Insentif, Penjualan Mobil Listrik Naik Hampir 200 Persen di 2024
Camelia Rosa | 17 Februari 2025, 17:39 WIB

AKURAT.CO Direktur Utama Indonesia Battery Corporation (IBC), Toto Nugroho menyebutkan bahwa volume penjualan mobil listrik pada 2024 mencapai 40 ribu unit.
Jumlah inipun mengalami peningkatan hingga 200% jika dibandingkan tahun 2023 yang tercatat hanya 13 ribu unit.
Toto mengungkapkan tidak hanya mobil listrik, volume penjualan motor listrik juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan pada 2024.
"Peningkatan volume dari mobil EV itu hampir 200 persen, Sebelumnya 13 ribu 2023, 2024 itu hampir 40 ribu kendaraan mobil EV yang baru keluar. Jadi itu signifikan," jelasnya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (17/2/2025).
Toto berpendapat, peningkatan sifnifikan ini diorong oleh berbagai insentif serta kebijakan yang mendukung transisi ke energi listrik.
Namun diakuinya, mayoritas 40 ribu mobil listrik yang terjual di Indonesia masih menggunakan baterai berbasis LIthium Ferro Phospate (LFP).
Oleh sebab itu, dirinya mendorong pemerintah untuk mengatur penggunaan baterai berbasis Nickel-Mangan-CObalt (NMC) pada kendaraan listrik yang dijual di Tanah Air.
Dengan demikian, langkan itu akan sejalan dengan fokus utama MIND ID Group yang ingin memaksimalkan potensi sumber daya nnikel di Indonesia.
"Nah ini suatu hal yang kelak kita mungkin harus minta dukungan juga bagaimana secara regulasi kita bisa memberikan prioritas untuk baterai-baterai yang sifatnya dari Nickel yang di Indonesia memiliki resources nya langsung," urai Toto.
Terakhir, Toto juga mendorong peningkatan iklim investsi untuk hilirisasi bahan baku baterai.
Sebab dirinya berharap, peningkatan penjualan mobil listrik ini bisa menjadi momentum untuk mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia serta mendorong terciptanya teknologi baterai yang lebih kompetitif dan ramah lingkungan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










