Kadin Dukung Program PKG Kemenkes
Hefriday | 8 Februari 2025, 16:25 WIB

AKURAT.CO Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berkomitmen untuk mendorong investasi dan pembangunan sektor kesehatan guna mendukung program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang akan diluncurkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada 10 Februari 2025.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menyatakan bahwa program PKG merupakan bagian dari inisiatif Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara luas.
Anindya menegaskan bahwa Kadin akan mengambil peran aktif dalam program ini dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan di sektor kesehatan.
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan standar layanan kesehatan di Indonesia, Kadin Indonesia melalui Mayapada Healthcare telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Apollo Hospitals India.
Kerja sama ini bertujuan untuk membangun rumah sakit bertaraf internasional di Batam, Kepulauan Riau, dengan modernisasi alat kesehatan serta peningkatan kualitas tenaga medis.
"Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk membawa standar pelayanan kesehatan Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi," ujar Anindya dikutip Sabtu (8/2/2025).
Dalam audiensi bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Kantor Kemenkes, Jakarta, Kamis (6/2/2025), Anindya menegaskan bahwa Kadin Indonesia siap mendukung dan menyukseskan program PKG. Sebagai langkah awal, Kadin akan menggelar PKG bagi keluarga besar Kadin Indonesia, sebelum memperluas cakupan ke masyarakat luas.
Saat ini, Kadin dan Kemenkes sedang membahas teknis pelaksanaan program di berbagai lokasi. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah pelaksanaan pemeriksaan kesehatan di fasilitas milik perusahaan anggota Kadin, guna memastikan program berjalan efektif dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
Kolaborasi antara Kadin dan Kemenkes juga diharapkan dapat memperkuat sektor kesehatan sebagai peluang investasi strategis di Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, Anindya dan Menkes Budi membahas berbagai peluang bisnis di bidang kesehatan, termasuk Pembangunan rumah sakit di wilayah strategis, Pengadaan alat kesehatan modern, Bisnis farmasi dan bioteknologi, Pengembangan wisata kesehatan (healthcare tourism).
Menkes mencontohkan bahwa rumah sakit di daerah perbatasan, seperti Kupang (NTT) dan Papua, memiliki potensi besar untuk menarik pasien dari negara tetangga seperti Timor Leste dan Papua Nugini.
Selain itu, Kadin dan Kemenkes juga membahas penyatuan platform kesehatan serta penyusunan laporan riset bersama terkait peluang investasi di sektor kesehatan. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan memperluas akses layanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat.
Anindya menekankan bahwa peningkatan layanan kesehatan memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. "Jika masyarakat lebih sehat dan produktif, maka pendapatan per kapita bisa meningkat. Mudah-mudahan target pertumbuhan ekonomi 8 persen dapat tercapai," ujarnya.
Menkes Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa Presiden Prabowo telah menyetujui pelaksanaan PKG tanpa seremoni berlebihan. "Pak Presiden tidak ingin hanya seremoni, beliau ingin program ini langsung dijalankan," kata Menkes.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










