Wacana RI Impor Minyak Rusia, Pengamat: Bahayakan Citra Prabowo
Camelia Rosa | 13 Januari 2025, 18:38 WIB

AKURAT.CO Pengamat ekonomi energi Universitas Padjajaran, Yayan Satyaki mengkhawatirkan sederet hal terhadap wacana Indonesia mengimpor minyak mentah dari Rusia.
Diakuinya, meski rencana ini memberikan dampak positif terhadap adanya kemungkinan harga yang lebih murah sekitar hingga 20 hingga 30% dibandingkan harga pasar internasional. Namun dirinya khawatir, apabila Rusia memakai hasil penjualan minyak tersebut untuk membiayai perang dengan Ukraina.
"Kita ketahui bahwa jika hal ini dilakukan oleh Presiden Prabowo akan memberikan dampak terhadap citra Presiden Prabowo sendiri yang rentan dengan Hak Asasi Manusia (HAM)," terangnya kepada Akurat.co, Senin (13/1/2024).
Baca Juga: KPI Buka Kemungkinan Impor Minyak dari Rusia
Yayan juga mengkhawatirkan adanya tekanan barat terhadap Indonesia selain melalui geopolitik. Namun ke fundamental ekonomi Indonesia seperti ke sistem keuangan. "Contohnya tekanan dollar terhadap rupiah mirip seperti kondisi tahun 1998," sambungnya.
Sementara itu di kesempatan terpisah, Corporate Secretary Kilang Pertamina Internasional Hermansyah Y Nasroen mengaku bahwa dalam rangka melakukan pengadaan bahan baku atau feedstock berupa minyak mentah, pihaknya akan menyesuaikan dengan kebutuhan spesifikasi masing-masing kilang.
Selain itu, lanjut Hermansyah, KPI juga mempertimbangkan keekonomian kilang menyesuaikan dengan kondisi pasar. Apalagi menurutnya, hal ini penting guna mendukung dan berkontribusi pada ketahanan energi nasional.
"(Sehingga) KPI membuka kesempatan yang sama untuk semua jenis minyak yang dapat dikelola kilang dengan efektif dan efisien," jelas Hermansyah ketika diminta konfirmasi Akurat.co, Senin (13/1/2025).
Hermansyah pun memastikan seluruh proses pengadaan dilakukan dengan mematuhi semua ketentuan baik yang berlaku di Nasional maupun Internasional terkait dengan pengadaan minyak mentah.
"Proses pengadaan minyak mentah di KPI juga dilakukan dengan memenuhi standar Good Corporate Governance yang berlaku di perusahaan," tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










