KPI Buka Kemungkinan Impor Minyak dari Rusia
Camelia Rosa | 13 Januari 2025, 18:29 WIB

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan adanya peluang Indonesia mengimpor minyak mentah dari Rusia. Menurutnya, peluang ini muncul usai Indonesia resmi bergabung menjadi anggota BRICS, Brasil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan.
Merespon hal tersebut, Corporate Secretary Kilang Pertamina Internasional, Hermansyah Y. Nasroen mengaku bahwa dalam rangka melakukan pengadaan bahan baku atau feedstock berupa minyak mentah, pihaknya akan menyesuaikan dengan kebutuhan spesifikasi masing-masing kilang.
Selain itu, lanjut Hermansyah, KPI juga mempertimbangkan keekonomian kilang menyesuaikan dengan kondisi pasar. Apalagi menurutnya, hal ini penting guna mendukung dan berkontribusi pada ketahanan energi nasional.
"(Sehingga) KPI membuka kesempatan yang sama untuk semua jenis minyak yang dapat dikelola kilang dengan efektif dan efisien," jelas Hermansyah ketika diminta konfirmasi Akurat.co, Senin (13/1/2025).
Hermansyah pun memastikan seluruh proses pengadaan dilakukan dengan mematuhi semua ketentuan baik yang berlaku di Nasional maupun Internasional terkait dengan pengadaan minyak mentah.
"Proses pengadaan minyak mentah di KPI juga dilakukan dengan memenuhi standar Good Corporate Governance yang berlaku di perusahaan," tukasnya.
Sebelumnya, Bahlil menegaskan bahwa potensi impor minyak dari Rusia ini sejatinya bisa dilakukan selama sesuai dengan aturan. Pasalnya selama ini, impor minyak dari Timur Tengah yang sebagian diantaranya mungkin saja berasa; dari Rusia.
"Jujur-jujur saja. Selama ini kita impor minyak dari Timur Tengah. Mungkin saja, mungkin saja, asalnya mungkin dari sana (Rusia). Tapi, belum pasti ya," ungkap Bahlil, beberapa waktu lalu.
Dijelaskan Bahlil, rencana impor ini juga merujuk pada asas politik bebas aktif yang dianut oleh Indonesia. Sehingga berdasarkan asas tersebut maka menurutnya, tidak ada masalah bagi Indonesia demi menguntungkan negara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










