Akurat

Pelindo Relokasi Alat Berat ke Pelabuhan Bagendang Kalteng

Hefriday | 11 Januari 2025, 22:31 WIB
Pelindo Relokasi Alat Berat ke Pelabuhan Bagendang Kalteng

AKURAT.CO PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo berkomitmen untuk mendukung kelancaran operasional di Pelabuhan Bagendang, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Salah satu langkahnya adalah dengan mengirimkan quay container crane (QCC) pengganti dari Terminal JICT-2 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. 
 
Relokasi alat berat ini menjadi bagian dari upaya optimalisasi aset perusahaan untuk memperlancar bongkar muat peti kemas di Terminal Petikemas Bagendang.  
 
“Alat berat bongkar muat peti kemas dari kapal ke dermaga atau sebaliknya akan difungsikan di sana,” ungkap Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo, Ardhy Wahyu Basuki, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (11/1/2025). 
 
Langkah ini diambil menyusul insiden pada Desember 2024, ketika QCC yang sebelumnya dikirimkan terjatuh dan tenggelam saat perjalanan menuju Pelabuhan Bagendang. Crane tersebut diangkut menggunakan Kapal Tongkang Virgo Sejati 277 yang ditarik oleh Tug Boat Virgo Sejati 378.
 
 
Menurut Ardhy, QCC pengganti dijadwalkan akan tiba dan dioperasikan pada Juni 2025 mendatang. Ardhy memastikan bahwa QCC yang tenggelam telah diasuransikan dengan nilai pertanggungan penuh.
 
“Kami berkomitmen untuk memastikan kelancaran operasional Pelabuhan Bagendang dengan pengelolaan aset yang optimal. Ini adalah upaya kami memberikan pelayanan terbaik bagi pengguna jasa,” tegasnya.  
 
Sebelum dikirimkan, Pelindo melalui kontraktor telah menyelesaikan perawatan QCC di JICT-2. Perawatan ini merupakan bentuk kesiapan perusahaan dalam memastikan semua peralatan operasional berfungsi maksimal, tidak hanya di Pelabuhan Bagendang, tetapi juga di seluruh pelabuhan yang dikelola Pelindo.  
 
Insiden terjatuhnya crane pada Desember 2024 terjadi sekitar 100 mil laut dari Terminal Petikemas Bagendang.
 
Kepala KSOP Kelas III Sampit, M. Hermawan, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut disebabkan oleh cuaca buruk, termasuk angin kencang dan gelombang setinggi 2,5 meter di lokasi kejadian. Untungnya, seluruh awak kapal, termasuk nakhoda dan sembilan kru lainnya, berhasil selamat tanpa luka dan melanjutkan perjalanan.  
 
Meskipun QCC tenggelam di perairan laut dalam, Hermawan memastikan bahwa lokasi tersebut tidak mengganggu alur pelayaran. “Posisi tenggelamnya crane berada di perairan yang tidak memengaruhi aktivitas kapal lain,” katanya.  
 
Kepala KSOP Utama Tanjung Priok, M. Takwim Masuku, menambahkan bahwa kapal pengangkut telah memenuhi seluruh prosedur kelaiklautan kapal sebelum keberangkatan. “Kapal sudah melalui inspeksi keamanan sesuai regulasi, termasuk pemenuhan persyaratan keselamatan, pencegahan pencemaran, dan pengawakan,” jelasnya.  
 
Dengan pengiriman QCC pengganti ini, Pelindo berharap dapat segera meningkatkan pelayanan bongkar muat di Pelabuhan Bagendang. Langkah ini tidak hanya memperkuat infrastruktur pelabuhan, tetapi juga berkontribusi pada kelancaran distribusi logistik di wilayah Kalimantan Tengah.  
 
Keberadaan QCC di Pelabuhan Bagendang diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional dan mendukung pertumbuhan ekonomi setempat. Pelindo menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik dan memastikan pengelolaan pelabuhan yang profesional demi mendukung aktivitas perdagangan nasional.  

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa