AKURAT.CO PT Pertamina (Persero) resmi mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) untuk beberapa jenis nonsubsidi yang berlaku mulai 1 Januari 2025.
Langkah penyesuaian ini diambil sebagai bagian dari implementasi Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022, yang merupakan perubahan dari Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020.
Kebijakan ini mengatur formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran BBM jenis bensin dan minyak solar yang disalurkan melalui stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Penyesuaian harga berlaku di berbagai wilayah, termasuk Jabodetabek, dengan kenaikan pada beberapa jenis BBM nonsubsidi.
Baca Juga: Hore, Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Turun per Oktober 2024
Di wilayah Jabodetabek, harga Dexlite naik dari Rp13.400 per liter menjadi Rp13.600 per liter. Sementara itu, Pertamina Dex mengalami kenaikan dari Rp13.800 per liter menjadi Rp13.900 per liter.
Selain itu, harga Pertamax turut disesuaikan dari Rp12.100 per liter menjadi Rp12.500 per liter. Pertamax Turbo naik dari Rp13.550 per liter menjadi Rp13.700 per liter. Adapun Pertamax Green 95 yang sebelumnya Rp13.150 per liter kini dihargai Rp13.400 per liter.
Meski terjadi kenaikan pada BBM nonsubsidi, Pertamina memastikan harga BBM subsidi tidak mengalami perubahan. Pertalite tetap dihargai Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar subsidi tetap berada di angka Rp6.800 per liter. Keputusan ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat yang menggunakan BBM bersubsidi.
Penyesuaian harga BBM dilakukan sesuai dengan perubahan formula harga dasar yang diatur dalam Kepmen ESDM. Formula tersebut mempertimbangkan fluktuasi harga minyak mentah dunia, biaya distribusi, dan pajak. Langkah ini bertujuan menciptakan keseimbangan antara harga jual eceran dan biaya operasional.
Pertamina juga menyebut bahwa kebijakan ini mendukung efisiensi pengelolaan BBM, serta memberikan kepastian harga yang wajar bagi konsumen dan pelaku industri.
Kenaikan harga BBM nonsubsidi diperkirakan akan berdampak pada sektor transportasi dan logistik, terutama bagi pengguna kendaraan bermotor yang menggunakan jenis BBM seperti Pertamax atau Dexlite. Namun, pemerintah tetap memberikan alternatif BBM bersubsidi sebagai pilihan bagi masyarakat.
Pertamina memastikan pasokan BBM tetap aman di seluruh SPBU, meskipun terdapat perubahan harga. Langkah antisipasi dilakukan untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar, khususnya di wilayah dengan permintaan tinggi seperti Jabodetabek.
Untuk memberikan informasi yang transparan kepada masyarakat, Pertamina telah memperbarui daftar harga di seluruh SPBU dan situs resmi mereka. Konsumen juga dapat mengecek harga BBM terbaru melalui aplikasi MyPertamina.
Dengan adanya penyesuaian harga ini, Pertamina mengimbau masyarakat untuk bijak dalam memilih jenis BBM yang sesuai dengan kebutuhan dan spesifikasi kendaraan. Penggunaan BBM nonsubsidi seperti Pertamax Green 95 juga didorong sebagai langkah menuju energi yang lebih ramah lingkungan.
Selain penyesuaian harga, Pertamina terus melakukan langkah efisiensi dalam distribusi dan produksi BBM. Hal ini bertujuan agar perusahaan tetap mampu menyediakan energi bagi masyarakat dengan harga yang kompetitif, meskipun menghadapi tantangan di pasar minyak dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini









