"Membangun rumah untuk rakyat itu bukan kerja satu pihak saja. Kita butuh sinergi dan gotong royong dari berbagai pemangku kepentingan," ujar AHY di Jakarta, Kamis (26/12/2024).
Dalam program ini, pemerintah tidak hanya bekerja sendirian. Dukungan datang dari dunia usaha dan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Beberapa contoh nyata adalah bantuan 250 rumah dari Agung Sedayu di Tangerang, kontribusi Adaro di Berau, Kalimantan Timur, dan 250 rumah lagi dari Astra untuk masyarakat kurang mampu.
Menurut AHY, kolaborasi ini juga mencakup penyediaan lahan dan kebijakan yang mempermudah pembiayaan rumah bagi masyarakat.
"Kita harus memastikan lahan tersedia, kebijakan memudahkan, dan biaya pembangunan terjangkau. Ini sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto yang dijalankan dengan sangat baik oleh Menteri PKP," katanya.
Menteri PKP, Maruarar Sirait, menambahkan bahwa gotong royong adalah inti dari keberhasilan program ini. Dengan melibatkan lintas kementerian, pemerintah daerah, dan pengembang perumahan, target 3 juta rumah diyakini bisa tercapai.
Kolaborasi yang kuat ini menjadi bukti bahwa Indonesia mampu bekerja bersama untuk mencapai tujuan besar.
Semangat gotong royong bukan hanya menciptakan rumah bagi rakyat, tapi juga memberikan harapan bahwa setiap keluarga di Indonesia bisa memiliki hunian layak yang mereka idamkan.