Begini Capaian Inisiatif AmanBersamaGojek
Hefriday | 13 Desember 2024, 20:02 WIB

AKURAT.CO Gojek, unit bisnis on-demand service dari Grup GoTo, terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan perjalanan yang aman melalui inisiatif #AmanBersamaGojek.
Sejak diluncurkan pada 2015, inisiatif ini telah mencakup tiga pilar utama: Edukasi, Teknologi, dan Proteksi. Langkah ini berkontribusi signifikan dalam menurunkan tingkat insiden di ekosistem Gojek. Sepanjang 2024, laporan kecelakaan atau insiden yang menyebabkan cedera hanya berada di kisaran 1% dari total laporan yang ada.
Head of Region Gojek, Gede Manggala, menyatakan bahwa keamanan pelanggan dan mitra driver menjadi prioritas utama. “Kami terus berkomitmen menghadirkan rasa aman dan memperkuat langkah #AmanBersamaGojek untuk memastikan risiko keamanan berada di titik minimal. Lewat kolaborasi strategis dengan pemangku kepentingan, kami akan terus memperkuat tiga pilar keamanan demi melindungi ekosistem Gojek secara optimal,” ujar Gede dalam keterangan tertulis, Jumat (13/12/2024).
Sebagai bagian dari langkah ini, Gojek telah mengadakan pelatihan anti-kekerasan seksual sejak 2019. Pelatihan diberikan kepada mitra driver serta anggota Tim Unit Darurat Gojek yang siap siaga 24/7. Materi pelatihan meliputi identifikasi kekerasan seksual, langkah bantuan, pelaporan, hingga pengetahuan terkait Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS).
“Kekerasan seksual adalah isu serius, dan kami ingin memastikan mitra kami memahami cara mencegah dan menangani situasi tersebut,” tambah Gede.
Kolaborasi juga menjadi kunci keberhasilan Gojek dalam menciptakan ruang publik yang aman. Anindya Restuviani, Program Director DEMAND (Di Jalan Aman Tanpa Pelecehan Seksual), mengapresiasi langkah Gojek dalam melibatkan mitra driver secara aktif. “Konsistensi Gojek menjaga keamanan ekosistemnya dari tindak kekerasan seksual patut diapresiasi. Kolaborasi ini menjadi langkah penting menuju ruang publik yang aman dan bebas kekerasan seksual,” ujarnya.
Hari ini, Gojek mempererat kerja sama dengan CariLayanan.com melalui penandatanganan Nota Kesepahaman. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat mekanisme pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di ekosistem Gojek. Platform ini menyediakan informasi layanan terpadu bagi korban kekerasan seksual.
Asisten Deputi Perlindungan Hak Perempuan dalam Rumah Tangga dan Rentan, Kementerian PPPA, Eni Widiyanti, menyambut baik langkah Gojek. “Kami mengapresiasi Gojek yang tidak hanya fokus pada pencegahan melalui edukasi dan teknologi, tetapi juga melindungi mitra dan pelanggannya dari risiko keamanan. Upaya ini merupakan contoh kolaborasi swasta-pemerintah yang efektif,” katanya.
Direktur Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan, Ernita Titis Dewi, juga memberikan pujiannya. “Tingkat insiden rendah di ekosistem Gojek menunjukkan bahwa edukasi, teknologi, dan kolaborasi yang kuat mampu menghadirkan perjalanan yang aman. Gojek menjadi role model dalam menciptakan ruang publik yang aman dari kekerasan berbasis gender,” jelasnya.
Tidak hanya berhenti pada pelatihan, Gojek juga bekerja sama dengan organisasi nirlaba seperti DEMAND, Koalisi Ruang Publik Aman, PKBI Bali, dan LBH APIK. Kolaborasi ini meliputi pengembangan modul pelatihan dan advokasi untuk menciptakan ruang publik yang bebas kekerasan seksual.
Langkah ini juga sejalan dengan kampanye global 16 Hari Aktivisme Anti-Kekerasan Berbasis Gender yang diperingati setiap 25 November hingga 10 Desember. Gojek berharap komitmen dan kolaborasinya dapat menjadi inspirasi bagi sektor lain untuk menciptakan ruang aman di seluruh Indonesia.
Dengan inisiatif #AmanBersamaGojek, perusahaan ini tidak hanya berkomitmen pada keamanan transportasi daring, tetapi juga menjadi pelopor dalam menciptakan ruang publik yang inklusif dan bebas dari kekerasan seksual.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










