Akurat

PIS Angkut 161 Miliar Liter Lebih BBM dan LPG Sepanjang 2024

Hefriday | 11 Desember 2024, 16:13 WIB
PIS Angkut 161 Miliar Liter Lebih BBM dan LPG Sepanjang 2024

AKURAT.CO PT Pertamina International Shipping (PIS), subholding Integrated Marine Logistics (SH IML) Pertamina, berhasil mengangkut lebih dari 161 miliar liter bahan bakar minyak (BBM) dan LPG melalui lebih dari 20.000 perjalanan laut sepanjang tahun 2024 atau year to date.

Menurut CEO PIS, Yoki Firnandi, capaian tersebut tak lepas dari lebih dari 700 kapal yang dikelola perusahaan dan  beroperasi 24 jam setiap hari. Dari jumlah tersebut, 300 unit adalah kapal tanker pengangkut energi dan petrokimia, sementara 400 unit lainnya merupakan kapal pendukung yang dikelola oleh PT Pertamina Trans Kontinental (PTK).  

"Sebagai urat nadi virtual energi Indonesia, kami memastikan pasokan energi tersalurkan ke seluruh penjuru nusantara agar roda ekonomi tetap bergerak," ujar CEO PIS Yoki Firnandi dalam keterangannya, dikutip Rabu (11/12/2024).   

Baca Juga: Dukung Swasembada Pangan, PIS Dongkrak Produktivitas Lahan Petani di Sleman

Selain armada kapal, PIS mengoperasikan 6 terminal energi di bawah PT Pertamina Energy Terminal (PET) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Salah satu terminal penting adalah LPG Terminal Tanjung Sekong di Banten, yang menopang 40% kebutuhan LPG nasional. 
 
Terminal ini dilengkapi teknologi canggih seperti Terminal Automation System dan Digital Integrated Operation System (DIOS) untuk meningkatkan efisiensi operasional.  
 
PIS memperkuat keandalannya dengan menambah 11 armada tanker baru, termasuk Very Large Gas Carrier (VLGC), yang ramah lingkungan. Penambahan ini mencerminkan dukungan PIS terhadap transisi energi menuju target Net Zero Emissions pada 2060. Selain itu, diversifikasi bisnis ke pengangkutan kargo hijau seperti LNG, LPG, dan petrokimia telah berkontribusi 34% terhadap total pendapatan perusahaan pada 2024.  
 
"Inisiatif ini berhasil mereduksi 41,4 kiloton CO2e hingga Oktober 2024, melampaui target 29 kiloton CO2e," kata Yoki.  
  
Kesuksesan di dalam negeri menjadi landasan PIS untuk mengembangkan sayap ke pasar internasional. Saat ini, kapal-kapal PIS melayani 65 rute global, dengan kantor perwakilan strategis di Singapura, Dubai, dan London. Kawasan Afrika, Eropa, dan negara-negara Baltik menjadi target ekspansi berikutnya.  
 
Berkat strategi ini, porsi pasar non-captive PIS mencapai 19,2%, menandakan peningkatan daya saing perusahaan di kancah internasional. “Kami ingin membawa nama baik Indonesia ke pentas global melalui layanan kelas dunia,” tambah Yoki.  
 
Pada semester I-2024, PIS mencatat pendapatan sebesar USD1,72 miliar, naik 6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laba bersih pun melonjak 103% menjadi USD280,9 juta, mencerminkan keberhasilan transformasi bisnis yang konsisten.  
  
Keberhasilan PIS tak hanya mendukung ketahanan energi nasional, tetapi juga berkontribusi pada visi Indonesia sebagai negara berketahanan energi. Fokus pada efisiensi, inovasi teknologi, dan keberlanjutan membuat PIS menjadi salah satu elemen penting dalam ekosistem energi nasional dan global.  
 
"Kami akan terus memberikan kontribusi terbaik untuk mendukung akselerasi Pertamina Group dalam swasembada energi. Selain itu, kami ingin menjadi kebanggaan dan membawa nama Indonesia ke tingkat dunia," tukas Yoki.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa