Perjalanan Inspiratif Petani Lada Purbalingga yang Menembus Pasar Internasional

AKURAT.CO Ketekunan dan kerja keras Yogi Dwi Sungkowo, seorang petani lada asal Purbalingga, Jawa Tengah, membuktikan bahwa hasil bumi Indonesia mampu bersaing di kancah internasional.
Berkat dedikasi dan dukungan dari UPLAND Project, Yogi berhasil membawa produk lada lokal ke pasar global, menjadi contoh bahwa petani kecil dari pelosok desa pun bisa bersaing dengan pelaku industri besar.
Perjalanan Yogi dimulai pada 2016, ketika ia dan kelompok taninya mulai memproduksi benih lada berkualitas.
Dengan pengakuan resmi dari Kementerian Pertanian, kelompok tani ini menjadi sumber utama benih lada untuk Jawa Tengah dan provinsi lainnya.
“Awalnya, kami hanya fokus pada produksi benih. Namun, kami menyadari bahwa potensi lada tidak berhenti di situ,” ujar Yogi, Kamis (5/12/2024).
Baca Juga: BMKG Peringatkan Potensi Banjir di Jakarta Akibat Hujan Lebat
Pada tahun yang sama, Yogi memutuskan memperluas usahanya ke perdagangan lada putih.
Dengan segala keterbatasan, ia mulai mengumpulkan lada dari petani lokal, mengemasnya secara sederhana, dan menjualnya ke pasar Jakarta. Meski masih kecil, sekitar 15-20 ton per musim, langkah ini membuka peluang besar di pasar lokal dan nasional.
Pada 2021, Yogi bergabung dengan UPLAND Project, program yang memberikan pembinaan dari hulu hingga hilir kepada petani. Kehadiran UPLAND membawa perubahan signifikan.
Melalui program ini, Yogi dan kelompok taninya mendapatkan pelatihan budidaya lada yang baik, pendampingan pascapanen, dan akses ke alat modern seperti mesin perontok, seed cleaner, serta alat pengering.
“Petani yang awalnya hanya melakukan budidaya tradisional kini memahami pentingnya SOP. Ini meningkatkan hasil panen dan kualitas produk secara signifikan,” jelas Yogi.
Dengan bimbingan UPLAND, kelompok tani juga mulai melakukan diversifikasi produk, seperti memproduksi lada bubuk dalam berbagai kemasan, termasuk saset dan botol plastik.
Baca Juga: Segera Kehadiran Anak Perempuan, Lesti Kejora dan Rizky Billar Hindari Nama Anak dari 'Leslar'
Salah satu pencapaian terbesar Yogi dan kelompoknya adalah menembus pasar internasional. Dengan bantuan UPLAND, produk mereka diperkenalkan dalam pameran nasional dan internasional di Belanda dan Turki.
“UPLAND memfasilitasi kami dalam promosi dan membawa produk kami ke acara besar. Tanpa dukungan ini, mustahil bagi kami untuk dikenal di luar negeri,” ungkap Yogi.
Meski begitu, perjalanan ini tidak tanpa tantangan. Kelompok tani Yogi sempat terkendala pendaftaran merek dagang dan harus mendesain ulang kemasan produk. Namun, mereka tetap fokus menjaga kualitas.
“Kami berkomitmen menjaga mutu produk. Produk berkualitas pasti akan diterima pasar. Sekali bermain-main dengan kualitas, pelanggan akan meninggalkan kami,” tegas Yogi.
Di tengah keberhasilannya, Yogi tetap menjadikan kualitas sebagai prioritas utama.
Ia yakin, dengan bahan baku melimpah dan tekad yang kuat, produk lada dari Purbalingga tidak hanya bersaing di pasar domestik tetapi juga memiliki tempat di pasar global.
Perjalanan Yogi Dwi Sungkowo menjadi inspirasi bagi petani lain di Indonesia untuk terus berinovasi dan bekerja keras, membuktikan bahwa produk lokal dapat bersaing di pasar internasional jika dikelola dengan baik dan didukung oleh program pemberdayaan seperti UPLAND.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 2Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 5Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 7Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 8Prediksi Skor Bayern vs Arsenal 22 Oktober 2026: Duel Produktivitas dan Pertahanan
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja








