Akurat

UMKM Mamin Indonesia Raup Potensi Ekspor Rp36 M di MAFBEX 2025 Filipina

Andi Syafriadi | 12 Juli 2025, 17:00 WIB
UMKM Mamin Indonesia Raup Potensi Ekspor Rp36 M di MAFBEX 2025 Filipina

AKURAT.CO Produk makanan dan minuman (mamin) asal Indonesia kembali menunjukkan taringnya di pasar internasional dengan mencatatkan potensi transaksi sebesar USD2,22 juta atau setara Rp36,27 miliar dalam ajang Manila Food and Beverage Expo (MAFBEX) 2025 yang digelar pada 11–15 Juni 2025 di World Trade Center, Pasay, Metro Manila, Filipina.

Keikutsertaan Indonesia di pameran tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan produk-produk unggulan nasional ke pasar global, khususnya di kawasan Asia Tenggara.

Menurut Atase Perdagangan RI untuk Manila, Martin Pandapotan Hutabarat, pencapaian ini mencerminkan tingginya minat konsumen Filipina terhadap produk mamin dari Indonesia.

“Potensi transaksi menunjukkan peluang ekspor yang besar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia di sektor mamin, khususnya ke Filipina,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (12/7/2025).

Baca Juga: Kemendag Wacanakan Bea Masuk Untuk Singkong dan Tapioka Impor

Dirinya juga menambahkan, partisipasi Indonesia di MAFBEX 2025 merupakan bentuk komitmen terhadap pengembangan ekspor dan promosi produk lokal secara konsisten di pasar internasional.

Paviliun Indonesia pada MAFBEX 2025 mengusung tema “The Best Coffee and Healthy Food of Indonesia”, yang menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu eksportir kopi terbesar dunia.

Dalam konteks Filipina, ekspor biji kopi Indonesia mencatat rerata tahunan sebesar USD17,70 juta dalam lima tahun terakhir (2020–2024), menyumbang sekitar 18,67% dari total impor biji kopi negara tersebut.

Hal tersebut menjadi indikasi bahwa kopi Indonesia masih menjadi produk unggulan yang diminati pasar luar negeri.

Paviliun Indonesia menampilkan 10 perusahaan, yang sebagian besar merupakan pelaku UMKM. Produk-produk yang dipamerkan mencakup kopi, teh, madu, cokelat, camilan sehat seperti granola dan grain puffs, hingga olahan pangan berbasis sorgum, tepung, beras, dan pati.

Selain potensi transaksi besar, nilai transaksi ritel yang tercatat sepanjang pameran mencapai USD1.445 atau sekitar Rp23,26 juta, dengan lebih dari 1.000 pengunjung mencicipi langsung produk Indonesia.

Salah satu pelaku UMKM yang turut ambil bagian adalah CV Cahaya Sinar Terang, yang mengusung produk camilan sehat bermerek Verlin dan Nola. CEO Jessica Lokasari menyampaikan bahwa dukungan dari Kementerian Perdagangan sangat berperan dalam mendorong kesiapan produknya untuk bersaing secara global.

Baca Juga: Genjot Ekspor, Kemendag Gandeng Lembaga Halal Australia

“Kami melihat antusiasme besar dari calon pembeli Filipina, dan berharap dapat menyelesaikan kesepakatan bisnis pada akhir tahun ini,” ucapnya.

Acara pembukaan Paviliun Indonesia dilakukan langsung oleh Duta Besar RI untuk Filipina, Agus Widjojo, yang didampingi oleh Kepala Kanselerai KBRI Manila Adek Triana Yudhaswari serta perwakilan dari GAPMMI, Sylvia Kurnia.

Dalam peresmian tersebut, seluruh peserta mengenakan busana hasil karya lokal, termasuk kaus berkerah buatan Bandung, Cartenz, dan barong batik, yang merupakan kolaborasi antara motif batik khas Pekalongan dan desain busana tradisional Filipina.

Inisiatif ini juga menjadi bagian dari kampanye Gerakan Kamis Pakai Produk Lokal (GASPOL) yang diinisiasi oleh Kementerian Perdagangan. Kampanye ini bertujuan untuk mendorong kecintaan terhadap produk dalam negeri serta memperluas eksposur produk lokal di kancah internasional melalui pendekatan diplomasi budaya dan gaya hidup.

Secara keseluruhan, potensi ekspor produk mamin Indonesia ke Filipina sangat besar. Selama lima tahun terakhir, nilai ekspor mamin Indonesia tumbuh sebesar 18,34%. Produk mamin bahkan menjadi komoditas ekspor ketiga terbesar Indonesia ke Filipina setelah batu bara dan bahan baku industri. Kinerja ini menunjukkan bahwa sektor ini memiliki fondasi kuat untuk terus berkembang.

Dalam kategori biji kopi, Indonesia kini menjadi eksportir terbesar kedua ke Filipina setelah Vietnam. Sepanjang 2024, ekspor kopi Indonesia tercatat mencapai USD 43,48 juta atau setara Rp704,9 miliar. Meski masih berada di bawah angka ekspor Vietnam sebesar USD153,92 juta, tren positif dari pertumbuhan ekspor menunjukkan peluang besar untuk menutup kesenjangan tersebut.

Tak hanya kopi, sektor makanan sehat dan bernutrisi asal Indonesia juga memiliki potensi besar di pasar Filipina. Berdasarkan laporan Data Bridge Market Research 2022, pasar makanan sehat di Filipina diperkirakan akan tumbuh pesat dengan nilai mencapai USD42,70 miliar pada 2032 dari hanya USD20,98 miliar pada 2024. Pertumbuhan tersebut didorong oleh tren gaya hidup sehat dan meningkatnya kesadaran konsumen terhadap nutrisi.

Pertumbuhan yang pesat ini membuka peluang besar bagi UMKM Indonesia yang bergerak di sektor makanan sehat untuk menembus pasar luar negeri. Dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 12,03% pada periode 2025–2032, Filipina menjadi pasar strategis bagi ekspansi produk sehat Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi