Akurat

Jelaskan Hukum Permintaan dan Hukum Penawaran Serta Kapan Berlakunya Hukum Tersebut bersama Asumsi yang Mempengaruhinya lalu Contoh juga Perbedaannya!

Rahman Sugidiyanto | 5 Desember 2024, 17:45 WIB
Jelaskan Hukum Permintaan dan Hukum Penawaran Serta Kapan Berlakunya Hukum Tersebut bersama Asumsi yang Mempengaruhinya lalu Contoh juga Perbedaannya!

AKURAT.CO Hukum permintaan dan hukum penawaran adalah dua konsep fundamental dalam ilmu ekonomi yang menjelaskan interaksi antara pembeli dan penjual di pasar.

Keduanya memainkan peran penting dalam menentukan harga serta jumlah barang atau jasa yang diperdagangkan.

Artikel ini memberikan penjelasan komprehensif mengenai hukum permintaan dan hukum penawaran, kapan berlakunya, asumsi yang mempengaruhinya, serta contoh dan perbedaan di antara keduanya.

Baca Juga: Bagaimana Masyarakat Dapat Mempengaruhi Jumlah Permintaan, Penawaran, Harga Barang, dan Pasar?

Hukum Permintaan

Hukum permintaan menyatakan bahwa, dengan asumsi faktor-faktor lain tetap konstan (ceteris paribus), semakin rendah harga suatu barang, semakin tinggi jumlah barang yang diminta oleh konsumen, dan sebaliknya.

Ini menunjukkan hubungan negatif atau berbanding terbalik antara harga dan jumlah permintaan.

Asumsi yang Mempengaruhi Hukum Permintaan

  • Harga Barang: Faktor utama yang memengaruhi permintaan.
  • Pendapatan Konsumen: Kenaikan pendapatan biasanya meningkatkan permintaan.
  • Harga Barang Substitusi dan Komplementer: Perubahan harga barang pengganti atau pelengkap dapat memengaruhi permintaan.
  • Preferensi Konsumen: Perubahan selera atau preferensi konsumen dapat mengubah permintaan.
  • Ekspektasi Masa Depan: Harapan tentang harga atau pendapatan di masa depan juga memengaruhi permintaan.

Contoh Hukum Permintaan

Jika harga apel turun dari Rp10.000 per kilogram menjadi Rp5.000 per kilogram, jumlah apel yang diminta oleh konsumen akan meningkat.

Hukum Penawaran

Hukum penawaran menyatakan bahwa, dengan asumsi faktor-faktor lain tetap konstan (ceteris paribus), semakin tinggi harga suatu barang, semakin banyak jumlah barang yang ditawarkan oleh produsen, dan sebaliknya.

Ini menunjukkan hubungan positif atau berbanding lurus antara harga dan jumlah penawaran.

Asumsi yang Mempengaruhi Hukum Penawaran

  • Biaya Produksi: Penurunan biaya produksi dapat meningkatkan penawaran.
  • Teknologi: Kemajuan teknologi meningkatkan efisiensi produksi dan penawaran.
  • Harga Barang Lain: Harga barang lain yang dapat diproduksi dengan sumber daya serupa dapat memengaruhi penawaran.
  • Ekspektasi Masa Depan: Harapan tentang harga di masa depan dapat memengaruhi penawaran saat ini.
  • Jumlah Produsen: Bertambahnya jumlah produsen di pasar meningkatkan penawaran.

Contoh Hukum Penawaran

Jika harga jeruk naik dari Rp8.000 per kilogram menjadi Rp12.000 per kilogram, jumlah jeruk yang ditawarkan oleh petani akan meningkat.

Perbedaan antara Hukum Permintaan dan Hukum Penawaran

  1. Hubungan Harga dan Kuantitas

    • Permintaan: Hubungan negatif antara harga dan kuantitas (harga naik, permintaan turun).
    • Penawaran: Hubungan positif antara harga dan kuantitas (harga naik, penawaran naik).
  2. Faktor Penggerak

    • Permintaan: Dipengaruhi oleh preferensi konsumen, pendapatan, serta harga barang substitusi/komplementer.
    • Penawaran: Dipengaruhi oleh biaya produksi, teknologi, dan jumlah produsen.
  3. Tujuan

    • Permintaan: Mencerminkan keinginan konsumen untuk membeli barang/jasa.
    • Penawaran: Mencerminkan keinginan produsen untuk menjual barang/jasa.

Kesimpulan

Hukum permintaan dan hukum penawaran adalah konsep dasar dalam ekonomi yang menjelaskan bagaimana harga serta jumlah barang atau jasa di pasar ditentukan.

Hukum permintaan menunjukkan hubungan negatif antara harga dan jumlah permintaan, sedangkan hukum penawaran menunjukkan hubungan positif antara harga dan jumlah penawaran.

Faktor-faktor seperti harga barang, pendapatan konsumen, biaya produksi, dan teknologi sangat memengaruhi kedua hukum ini.

Memahami perbedaan dan interaksi antara permintaan dan penawaran sangat penting untuk analisis ekonomi serta pengambilan keputusan di pasar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.