Akurat

Desa Botu Barani Gorontalo Tawarkan Potensi Wisata Hiu Paus

Hefriday | 29 November 2024, 17:09 WIB
Desa Botu Barani Gorontalo Tawarkan Potensi Wisata Hiu Paus

AKURAT.CO Desa Botu Barani di Gorontalo menjadi magnet wisatawan berkat daya tarik uniknya, yakni pertunjukan hiu paus dan kesempatan berenang bersama spesies raksasa laut tersebut.

Popularitas ini tidak hanya menarik wisatawan domestik, tetapi juga mancanegara. Namun, Komisi VII DPR RI menilai, potensi besar ini belum dimanfaatkan secara maksimal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati, menyayangkan minimnya perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di desa tersebut. Padahal, UMKM dapat menjadi tulang punggung ekonomi bagi masyarakat di sekitar destinasi wisata.

"Potensi wisata hiu paus seharusnya dimanfaatkan masyarakat dan pemerintah untuk mendorong tumbuhnya UMKM lokal di Desa Wisata Botu Barani," ujar Rahayu dikutip dari kanal Youtube TV Parlemen, Jumat (29/11/2024).

Ia mencontohkan, di lokasi wisata lain seperti Jimbaran atau Sanur, keberadaan wisatawan selalu diiringi dengan berbagai pilihan kuliner dan produk lokal yang menjadi daya tarik tambahan. “Wisatawan yang hadir, kalau masih menunggu giliran, seharusnya bisa menikmati produk lokal seperti makanan atau kerajinan khas daerah. Hal ini bisa menjadi peluang ekonomi besar,” tambahnya.

Baca Juga: Yeay! Sumbawa Disebut Media Asing Sebagai Tempat Terbaik Melihat Hiu Paus

Kondisi infrastruktur yang ada di Desa Botu Barani juga menjadi perhatian. Menurut Rahayu, fasilitas yang tersedia masih belum memadai untuk mengakomodasi tingginya jumlah pengunjung. "Jika sedang penuh, antrean wisatawan bisa mencapai ratusan meter. Ini harus menjadi perhatian pemerintah untuk meningkatkan fasilitas dan kenyamanan wisatawan," katanya.

Senada dengan Rahayu, anggota Komisi VII DPR RI, Julfikar Suhardi, menekankan pentingnya pemberdayaan UMKM sebagai langkah strategis untuk memaksimalkan pertumbuhan ekonomi di desa wisata dan sekitarnya. “Infrastruktur harus mendukung, karena saat ini masih sangat minim untuk menjadi destinasi wisata internasional,” ujarnya.

Julfikar menambahkan, pengembangan UMKM tidak hanya memberikan penghasilan tambahan bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat daya tarik desa wisata itu sendiri. "Kita mendorong agar UMKM bisa diberdayakan di sana. Ini tentu akan menjadi tambahan penghasilan untuk warga dan membuat wisatawan lebih tertarik untuk tinggal lebih lama," jelasnya.

Selain dukungan infrastruktur, edukasi kepada masyarakat lokal juga dianggap penting. Pemerintah diminta memberikan pendampingan dalam pengelolaan UMKM agar produk yang dihasilkan sesuai dengan standar pasar.

"Edukasi ini penting, mulai dari pelatihan hingga pemasaran produk. Masyarakat harus diberi pengetahuan tentang bagaimana memanfaatkan potensi wisata untuk meningkatkan perekonomian mereka," tambah Julfikar.

Kehadiran hiu paus di Desa Botu Barani merupakan anugerah alam yang tidak dimiliki banyak daerah lain. Oleh karena itu, pengelolaan yang tepat tidak hanya akan meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga berdampak positif pada perekonomian lokal. "Jika potensi ini digarap serius, Desa Botu Barani bisa menjadi contoh sukses bagaimana wisata berbasis konservasi mampu menggerakkan ekonomi lokal," kata Rahayu.

Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat lokal menjadi kunci utama dalam mewujudkan hal ini. Dengan infrastruktur yang memadai dan UMKM yang berkembang, Desa Botu Barani berpeluang menjadi destinasi wisata internasional unggulan Indonesia. "Ini bukan hanya tentang wisata, tapi juga pemberdayaan masyarakat. Semua harus bersinergi untuk mewujudkan potensi ini," tukas Julfikar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa