Yeay! Sumbawa Disebut Media Asing Sebagai Tempat Terbaik Melihat Hiu Paus

AKURAT.CO, Hiu paus tak hanya penyeimbang ekosistem laut tapi penting bagi wisata bahari Indonesia, terutama di pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Hiu paus ini pun mendapat perhatian dari media internasional.
Media internasional, South China Morining Post, memberikan predikat Pulau Sumbawa sebagai tempat terbaik melihat hiu paus.
Hal ini diawali dari cerita perjalanan jurnalis dari South China Morning Post yakni Ian Lyod dan Rio. Ian Lyod memiliki ketertarikan besar terhadap hiu paus. Ian bahkan pernah menghabiskan tiga hari berlayar di Maldives hanya untuk mencari hiu paus. Sayangnya, pengorbanannya tak ada hasil.
Mereka berdua kembali mencari hiu paus di Teluk Thailand. Sekali lagi, tak ada hasil di sana.
Ide perjalanan mereka ke Indonesia untuk mencari hiu paus dimulai ketika melihat Konservasi Internasional Indonesia mendokumentasikan 49 hiu paus selama sebulan, melalui penelitian di Teluk Saleh tahun 2017.
Akhirnya, Ian bisa sampai di Jakarta dan terbang ke Sumbawa. Namun, belum sempat melihat hiu paus, semangat Ian patah karena pemandu wisata mereka berkata bahwa saat itu adalah bulan purnama sehingga kesempatan meliha hiu paus menjadi sangat kecil.
"Hanya ada sedikit plankton di permukaan saat ini, sehingga hiu paus cenderung tetap berada di bawah laut," ujar pemandu pada Ian, dikutip dari South China Morining Post pada Senin, (12/7).
Meski begitu, Ian dan Rio bersikeras untuk tetap berangkat. Mereka membuat kesepakatan kepada pemilik kapal bahwa apapun yang terjadi, ada tak ada hiu paus, mereka akan tetap membayar kapal dengan harga penuh.
Karena terbatasnya waktu, Ian akhirnya menyewa supir untuk berangkat ke Labun Jambu, desa nelayan di timur pantai Teluk Saleh, Sumbawa. Di sana, dia kembali mencari nelayan yang mau membawanya 'bertemu' hiu paus.
Berbekal informasi dari jurnal ilmiah Biodiversity tahun 2020, diketahui bahwa hiu paus biasanya akan muncul di sekitar bagan (tambak ikan di tengah laut) saat pagi hari.
Malam itu, Ian dan Rio berangkat bersama nelayan yang melaut. Dari satu bagan ke bagan lain, pencarian mereka terus berlanjut sampai menjelang pagi.
Tak di sangka, pada bagan terakhir, mereka melihat hiu paus Teluk Saleh itu. Hiu Puas terus berenang di sekitar bagan. Ian mencoba untuk berenang dengan tenang di dekat mereka.
"Saya melihat ke bawah untuk melihat sesuatu berwarna abu-abu dan putih seukuran mobil van dengan air yang berputar-putar. Saat bintik-bintik putih muncul, jelaslah itu hiu paus," tulis Ian.
"Hiu melakukan beberapa putaran di sekitar bagan dan menyedot air. Saya panik dan berusaha menghindari sedotannya," sambungnya.
Setelah berada cukup lama di dalam Bagan, Ian menyadari bahwa hiu paus adalah hewan pintar. Hiu paus selalu mengoreksi jalur renang untuk menghindari tabrakan dengan mahluk laut lainnya.
"Ini adalah pelajaran kerendahan hati, untuk melihat makhluk yang begitu kuat yang bisa menjatuhkan kehidupan saya dengan kibasan ekornya menunjukkan begitu banyak pertimbangan untuk makhluk yang jauh lebih kecil dan lemah," pungkasnya.
Sebelumnya, hiu paus dekat Teluk Saleh, kerap diburu untuk diambil sirip, daging dan minyaknya. Ketika wisatawan mulai berdatangan untuk mencari hiu paus tahun 2018, barulah terjadi sedikit perubahan, lebih aman.
Nelayan sekitar Teluk Saleh mendapatkan uang dari wisatawan yang menyewa kapal mereka, untuk melihat hiu paus. Hal ini membuat mereka menyadari betapa istimewanya hiu paus, dan berhenti memburunya.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





