Akurat

Momen Hari Ikan Nasional, Regal Springs Indonesia dan USSEC Dorong Transformasi Blue Food

Demi Ermansyah | 28 November 2024, 18:04 WIB
Momen Hari Ikan Nasional, Regal Springs Indonesia dan USSEC Dorong Transformasi Blue Food

AKURAT.CO Dalam rangka memperingati Hari Ikan Nasional yang jatuh pada 21 November 2024, Regal Springs Indonesia (PT Aqua Farm Nusantara) bersama U.S. Soybean Export Council (USSEC) mengadakan forum diskusi bertajuk “Indonesia Tilapia Blue Food”. 

Dengan tema “Tilapia: Sumber Protein untuk Ketahanan Pangan dan Pasar Global”, acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya ikan sebagai sumber protein berkualitas tinggi yang berkontribusi pada ketahanan pangan nasional dan pasar global.
 
Sebagai produsen ikan tilapia premium yang berkomitmen pada keberlanjutan, Regal Springs Indonesia melihat pentingnya kolaborasi dalam membangun pemahaman publik mengenai potensi ikan tilapia. Produk ini tidak hanya kaya akan protein, tetapi juga menjadi pilihan pangan bernilai gizi tinggi yang mampu mendukung pembangunan sumber daya manusia di Indonesia.
 
 
Forum ini akan menjadi platform untuk bertukar pengetahuan, menggali potensi, dan mengatasi tantangan yang dihadapi dalam industri tilapia, baik secara nasional maupun global. Dengan menghadirkan para pemangku kepentingan utama, acara ini diharapkan dapat mendorong sinergi untuk memperkuat peran tilapia dalam sistem pangan dunia.
 
Menurut Presiden Direktur Regal Springs Indonesia, Rudolf Hoeffelman, diskusi forum ini merupakan upaya kolektif untuk meningkatkan kualitas gizi generasi mendatang dengan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya makanan bergizi. 
 
“Ikan tilapia, dengan kandungan protein berkualitas tinggi dan nutrisi penting lainnya, bukan sekadar makanan. Ini adalah fondasi bagi masa depan yang lebih sehat, lebih kuat, dan sumber daya penting untuk membangun generasi emas tahun 2045,” ujar Rudolf pada saat konferensi pers bersama media di Jakarta, Kamis (28/11/2024). 
 
Beliau juga menambahkan bahwa ikan tilapia saat ini menjadi salah satu dari komoditas ekspor utama di sektor perikanan yang terus meningkat di Indonesia. 
 
“Untuk memenuhi permintaan serta standar pasar internasional itulah kami berkomitmen untuk memastikan produk ikan tilapia kami dibudidayakan dan diproduksi selaras dengan prinsip cara budidaya ikan yang baik,” jelas Rudolf. 
 
Senada dengan Rudolf, Erwin Dwiyana selakubDirektur Pemasaran Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan menekankan bahwa ikan tilapia menjadi komoditas yang strategis.
 
“Ikan tilapia menjadi ikan yang paling banyak dibudidayakan di dunia setelah ikan mas. Tidak hanya kaya akan omega dan nutrisi penting lainnya, tetapi juga memberikan kontribusi besar pada pemenuhan gizi Masyarakat dan peningkatan devisa negara,” kata Erwin. 
 
Lebih lanjut, Erwin menjelaskan bahwa konsumsi ikan tilapia mencapai 1,43 juta ton per tahun dengan nilai ekspor yang tumbuh 6,7% selama periode 2017–2023. 
 
“Untuk menjadi pemain sukses di pasar global, kolaborasi yang solid dari hulu hingga hilir sangat penting. Kami juga terus mendorong implementasi ekonomi biru untuk memastikan keberlanjutan,” tambahnya.
 
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Ikan Air Tawar, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Ujang KoKomarudin mengungkapkan bahwa tilapia saat ini menjadi salah satu dari lima komoditas unggulan Kementerian Kelautan dan Perikanan. 
 
"Ini adalah peluang besar untuk mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar global,” ujarnya.
 
Sebagai informasi, Diskusi forum ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia (Bappenas), Food Agriculture Organization (FAO), IPB University, Universitas Sumatera Utara, dan perwakilan industri lainnya. 
 
Diskusi ini diharapkan dapat mendorong sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan akademisi untuk memperkuat sektor perikanan Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.