Akurat

Bertemu Menteri Singapura, Mendag Bahas Peluang Ekspor UMKM RI

Demi Ermansyah | 16 November 2024, 16:23 WIB
Bertemu Menteri Singapura, Mendag Bahas Peluang Ekspor UMKM RI

AKURAT.CO Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Budi Santoso membahas prioritas isu mengenai pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Indonesia agar dapat melakukan ekspor dengan Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Hidup serta Menteri Hubungan Perdagangan Singapura Grace Fu.

"Kami menyampaikan prioritas isu UMKM agar dapat ekspor. Singapura merespons dengan baik dan mengundang Indonesia untuk dapat mengelaborasi gagasan UMKM, terutama dalam pengembangan kerja sama digital dan fasilitasi perdagangan," kata Mendag Budi melalui keterangannya, Sabtu (16/11/2024)

Dalam pertemuan bilateral yang berlangsung di sela APEC Economic Leaders’ Week (AELW) 2024, Peru pada Kamis (14/11) tersebut, isu lain yang juga dibahas adalah terkait Forum Annual Ministerial Dialogue (AMD). AMD merupakan forum dialog khusus pada tingkat menteri antara Kementerian Perdagangan Indonesia dengan Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Melambat, Airlangga: Lebih Baik dari Singapura, Arab Saudi dan Meksiko

Pelaksanaan pertemuan AMD diharapkan dapat menjadi sarana promosi perdagangan barang dan jasa termasuk eksplorasi fasilitasi perdagangan bagi UMKM dan penjajakan bisnis; pembahasan isu perdagangan barang, niaga elektronik/konektivitas digital, industri halal, dan implementasi perjanjian-perjanjian perdagangan internasional; serta pencarian solusi untuk isu baru lainnya yang mempengaruhi perdagangan bilateral.

"Indonesia mendukung aktivasi forum AMD untuk mempromosikan dan memfasilitasi perdagangan serta mengeksplorasi isu-isu baru dalam perdagangan internasional," kata Budi.

Pada pertemuan itu, Indonesia mendorong Singapura untuk berinvestasi di Indonesia, khususnya di daerah Batam dan Bintan. Kedua negara juga menyampaikan ketertarikan kerja sama pada sektor energi dan pangan.

Pada Januari-September 2024, total perdagangan kedua negara mencapai USD24,77 miliar dengan ekspor Indonesia ke Singapura sebesar USD8,65 miliar dan impor Indonesia dari Singapura sebesar USD16,12 miliar.

Dengan demikian, Indonesia defisit perdagangan terhadap Singapura sebesar USD7,47 miliar. Pada 2023, total perdagangan kedua negara tercatat sebesar USD31,02 miliar dengan ekspor Indonesia ke Singapura sebesar USD12,61 miliar dan impor Indonesia dari Singapura sebesar USD18,41 miliar.

Pada 2023, Singapura menempati posisi ke-6 sebagai tujuan ekspor dan posisi ke-2 sebagai asal impor bagi Indonesia. Produk ekspor utama Indonesia adalah gas alam, minyak petroleum, perhiasan dari logam, mesin elektrik dan residu petroleum.

Sedangkan produk impor utama Indonesia adalah bahan bakar motor (motor spirit), bahan bakar diesel, bitumen petroleum, p-xylene (para-xylene) dan pelumas. Sementara itu, investasi Singapura di Indonesia pada 2023 tercatat sebesar USD15,4 miliar. Nilai ini meningkat 15,62% dibandingkan tahun sebelumnya.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.