Membalikkan Rugi Garuda Indonesia Jadi Tugas Berat Wamildan Tsani Panjaitan
Demi Ermansyah | 15 November 2024, 17:30 WIB

AKURAT.CO PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) kembali menghadapi tantangan finansial besar di tengah pergantian pucuk pimpinan.
Direktur Utama (Dirut) baru perusahaan yang baru dilantik, Wamildan Tsani Panjaitan, kini harus berhadapan dengan masalah keuangan terutama rugi yang membengkak.
Data terbaru menunjukkan bahwa maskapai nasional tersebut mencatat kerugian sebesar USD131,22 juta pada kuartal III-2024, meningkat 81,29% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan kerugian ini tentunya menjadi pekerjaan rumah (PR) yang wajib diselesaikan oleh dirut baru, apalagi saat ini tantangan semakin kompleks karena Garuda Indonesia mengusung model bisnis full service carrier (FSC), yang membutuhkan strategi manajemen yang berbeda dan lebih intensif.
Jika mengacu kepada laporan keuangan perusahaan, kerugian Garuda Indonesia pada kuartal III-2024 terus meningkat hingga mencapai USD131,22 juta. Peningkatan 81,29% ini menjadi sinyal serius akan kondisi keuangan maskapai yang sudah berada di posisi sulit dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Bos Garuda Indonesia Ungkap Penyebab Harga Tiket Pesawat Penerbangan Domestik Lebih Mahal
Sejak pandemi Covid-19 melanda industri penerbangan, banyak maskapai di dunia, termasuk Garuda Indonesia, terpaksa melakukan berbagai penyesuaian operasional dan finansial untuk bisa bertahan.
Dampaknya masih sangat terasa hingga saat ini, terutama bagi maskapai full-service seperti Garuda yang menghadapi biaya operasional tinggi. Di sisi lain, daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih menekan tingkat permintaan, sehingga upaya untuk menyeimbangkan pendapatan dan biaya menjadi semakin sulit.
Butuh Strategi Yang Pas
Garuda Indonesia harus diselamatkan. Begitu kira-kira pesan legislator ke pemerintah, sebagaimana ditegaskan oleh Ketua Komisi VI DRP RI, Faisol Riza. "Garuda merupakan national flag carrier yang kita banggakan dan dari dulu sebagai simbol negara," ujarnya belum lama ini.
Ada beberapa langkah yang bisa dicoba. Langkah pertama yang diharapkan dari dirut baru adalah menyusun strategi komprehensif untuk mengatasi masalah keuangan ini. Salah satu opsi yang mungkin dipertimbangkan adalah program restrukturisasi untuk mengurangi beban hutang perusahaan dan efisiensi operasional.
Selain itu, fokus pada optimalisasi rute yang menguntungkan dan pengurangan rute yang tidak efektif juga menjadi langkah penting untuk menghemat biaya operasional. Selain itu, diversifikasi sumber pendapatan dapat menjadi solusi, seperti mengembangkan layanan kargo udara atau kerja sama dengan perusahaan logistik.
Dalam beberapa tahun terakhir, sektor kargo telah menunjukkan potensi besar bagi maskapai, terutama karena pertumbuhan pesat e-commerce. Garuda dapat memanfaatkan sektor ini untuk memperkuat arus kas dan mengurangi ketergantungan pada penumpang, yang cenderung fluktuatif.
Selain perbaikan operasional, Dirut baru juga harus bekerja keras untuk membangun kembali kepercayaan investor dan pasar. Masalah keuangan yang terus membayangi Garuda Indonesia telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor, sehingga penting bagi manajemen untuk menunjukkan komitmen dan transparansi dalam upaya pemulihan keuangan.
Langkah-langkah seperti meningkatkan keterbukaan dalam laporan keuangan, menyampaikan strategi bisnis yang jelas, serta mengundang kerja sama dengan investor strategis dapat membantu mengembalikan keyakinan pasar.
Dalam kondisi seperti ini, dukungan dari pemegang saham sangat diperlukan, dan Dirut baru diharapkan dapat menjaga hubungan baik serta komunikasi efektif dengan semua pemangku kepentingan.
Mengimbangi Persaingan
Selain masalah internal, Garuda Indonesia juga harus bersaing dengan maskapai internasional yang kembali pulih dan agresif menawarkan harga tiket yang lebih kompetitif. Beberapa maskapai asing yang memiliki kapasitas besar dan biaya operasional lebih rendah menjadi tantangan bagi Garuda untuk tetap bersaing dalam menawarkan harga dan kualitas layanan.
Dalam menghadapi persaingan ini, Dirut baru diharapkan mampu memperkuat keunikan Garuda sebagai maskapai nasional dengan menawarkan layanan yang unggul dan strategi pemasaran yang lebih inovatif.
Pemanfaatan teknologi digital, seperti aplikasi yang lebih user-friendly dan fitur tambahan untuk penumpang, dapat menjadi nilai tambah untuk menarik pelanggan yang semakin memilih layanan berbasis teknologi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










