BI Ungkap 5 Strategi Utama Digitalisasi Industri Halal
Hefriday | 1 November 2024, 22:14 WIB

AKURAT.CO Bank Indonesia mengungkap 5 strategi utama yang dirancang untuk memperkuat digitalisasi industri halal di Indonesia.
Hal itu disampaikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Juda Agung pda pembukaan The 6th Indonesia International Halal Lifestyle (INHALIFE) Conference 2024 di Jakarta, Jumat (1/11/2024).
Pertama, pemanfaatan platform e-commerce untuk memasarkan produk bersertifikat halal sehingga akses konsumen terhadap produk halal semakin luas. Kedua, penggunaan pembayaran digital, termasuk QRIS, yang akan mempermudah dan meningkatkan inklusivitas transaksi. “Pembayaran digital seperti QRIS membantu mendukung kemudahan transaksi halal yang semakin terjangkau,” ungkapnya.
Baca Juga: 5 Hal Yang Perlu Pemerintah Lakukan Untuk Genjot Industri Halal RI
Ketiga, keuangan digital syariah dalam menyediakan pembiayaan bagi bisnis halal, membantu mereka tumbuh dan berkembang di pasar domestik maupun global. Langkah berikutnya, penerapan halal traceability atau pelacakan kehalalan, yang memungkinkan jaminan produk halal mulai dari bahan baku hingga sampai di tangan konsumen. Terakhir, digitalisasi sertifikasi halal melalui kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat dan mempermudah proses sertifikasi produk halal.
Menurut Juda, transformasi digital dalam industri halal tidak hanya berfokus pada pemanfaatan teknologi, namun juga membangun ekosistem halal yang inklusif dan adil. “Digitalisasi ini bukan hanya soal teknologi, namun juga tentang menciptakan ekosistem yang terbuka dan memberikan kesempatan bagi semua pihak dalam rantai nilai halal,” jelas Juda.
Sebagai bagian dari inisiatif digital, acara tersebut juga meresmikan Enterprise Resources Planning (ERP) Sistem Informasi Integrated Farming with Technology Information and Society (Infratani) atau yang disingkat sebagai Simfratani. Sistem ini akan mendukung program pertanian Indonesia melalui pemantauan kegiatan tanam dan panen secara real-time, membantu pemetaan kebutuhan pangan nasional, serta memberikan data akurat yang diperlukan untuk perencanaan produksi.
Konferensi INHALIFE 2024 ini merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2024 yang berlangsung di Jakarta Convention Center hingga 3 November mendatang. Selain itu, berbagai narasumber ahli di bidang industri halal, praktisi, dan pelaku usaha hadir untuk membahas berbagai topik, termasuk pencapaian ekonomi syariah digital Indonesia, penerapan teknologi digital dalam bisnis halal, dan peluang kolaborasi antar-stakeholder untuk membangun ekosistem halal yang solid.
Salah satu upaya lain untuk mengembangkan ekosistem halal adalah melalui produk makanan halal dari hulu ke hilir. Dalam kesempatan ini, ISEF 2024 juga mengadakan The 2nd Indonesia International Halal Chef Competition (IN2HCC). Kompetisi ini menghadirkan chef internasional yang menampilkan kreativitas dalam menciptakan produk makanan halal, membuktikan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk memperkenalkan produk makanan halal di kancah global.
Kegiatan ini tak hanya menjadi ajang promosi industri halal Indonesia, namun juga sebagai platform untuk memperkenalkan kekayaan kuliner halal kepada masyarakat dunia. Sejumlah inovasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat ekosistem halal Indonesia yang lebih modern, adaptif, dan berstandar global.
Dengan langkah strategis yang diambil Bank Indonesia bersama para pemangku kepentingan lainnya, Indonesia diharapkan mampu memperkuat daya saing produk halal di tingkat internasional. Kombinasi antara potensi lokal, inovasi digital, dan kolaborasi global menjadi pilar utama dalam perjalanan Indonesia menuju status sebagai pemain utama industri halal dunia.
Ketiga, keuangan digital syariah dalam menyediakan pembiayaan bagi bisnis halal, membantu mereka tumbuh dan berkembang di pasar domestik maupun global. Langkah berikutnya, penerapan halal traceability atau pelacakan kehalalan, yang memungkinkan jaminan produk halal mulai dari bahan baku hingga sampai di tangan konsumen. Terakhir, digitalisasi sertifikasi halal melalui kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat dan mempermudah proses sertifikasi produk halal.
Menurut Juda, transformasi digital dalam industri halal tidak hanya berfokus pada pemanfaatan teknologi, namun juga membangun ekosistem halal yang inklusif dan adil. “Digitalisasi ini bukan hanya soal teknologi, namun juga tentang menciptakan ekosistem yang terbuka dan memberikan kesempatan bagi semua pihak dalam rantai nilai halal,” jelas Juda.
Sebagai bagian dari inisiatif digital, acara tersebut juga meresmikan Enterprise Resources Planning (ERP) Sistem Informasi Integrated Farming with Technology Information and Society (Infratani) atau yang disingkat sebagai Simfratani. Sistem ini akan mendukung program pertanian Indonesia melalui pemantauan kegiatan tanam dan panen secara real-time, membantu pemetaan kebutuhan pangan nasional, serta memberikan data akurat yang diperlukan untuk perencanaan produksi.
Konferensi INHALIFE 2024 ini merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2024 yang berlangsung di Jakarta Convention Center hingga 3 November mendatang. Selain itu, berbagai narasumber ahli di bidang industri halal, praktisi, dan pelaku usaha hadir untuk membahas berbagai topik, termasuk pencapaian ekonomi syariah digital Indonesia, penerapan teknologi digital dalam bisnis halal, dan peluang kolaborasi antar-stakeholder untuk membangun ekosistem halal yang solid.
Salah satu upaya lain untuk mengembangkan ekosistem halal adalah melalui produk makanan halal dari hulu ke hilir. Dalam kesempatan ini, ISEF 2024 juga mengadakan The 2nd Indonesia International Halal Chef Competition (IN2HCC). Kompetisi ini menghadirkan chef internasional yang menampilkan kreativitas dalam menciptakan produk makanan halal, membuktikan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk memperkenalkan produk makanan halal di kancah global.
Kegiatan ini tak hanya menjadi ajang promosi industri halal Indonesia, namun juga sebagai platform untuk memperkenalkan kekayaan kuliner halal kepada masyarakat dunia. Sejumlah inovasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat ekosistem halal Indonesia yang lebih modern, adaptif, dan berstandar global.
Dengan langkah strategis yang diambil Bank Indonesia bersama para pemangku kepentingan lainnya, Indonesia diharapkan mampu memperkuat daya saing produk halal di tingkat internasional. Kombinasi antara potensi lokal, inovasi digital, dan kolaborasi global menjadi pilar utama dalam perjalanan Indonesia menuju status sebagai pemain utama industri halal dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









