Usai Aksi Mogok Kerja, Boeing Naikkan Gaji Karyawan hingga 25 Persen
Demi Ermansyah | 10 September 2024, 15:01 WIB

AKURAT.CO Serikat Pekerja perusahaan industri global pesawat terbang, Boeing akhirnya mencapai kesepakatan penting yang berhasil mencegah mogok kerja yang dapat mampu melumpuhkan produsen pesawat AS yang sudah mengalami banyak masalah.
Di mana kesepakatan tersebut mencakup kenaikan gaji sebesar 25% selama empat tahun, serta komitmen Boeing untuk membangun pesawat barunya di sekitar Seattle, seperti yang disampaikan oleh kedua pihak dalam pernyataan masing-masing.
Melansir dari Bloomberg, disebutkan ada tambahan bonus finansial jika para pekerja setuju, termasuk kenaikan gaji 11% dan bonus USD3.000 yang akan diberikan di akhir bulan. Kesepakatan ini tercapai pasca sesi negosiasi panjang, sementara ancaman mogok kerja semakin mendekat karena kontrak yang berlaku habis pada tengah malam tanggal 12 September.
Kesepakatan ini menjadi kemenangan besar bagi CEO baru Boeing, Kelly Ortberg, yang berjanji memperbaiki hubungan kerja yang selama ini kurang harmonis. Namun, masih belum jelas apakah para pekerja akan mendukung atau menentang kepemimpinannya, mengingat rasa ketidakpuasan terhadap manajemen masih tinggi di kalangan pekerja.
“Para pekerja punya kekuatan besar di sini, sementara Boeing tidak punya banyak pilihan, Boeing punya banyak tantangan, dan yang paling mereka butuhkan saat ini adalah serikat pekerja yang kooperatif," ucap Robert Spingarn, analis dari Melius Research.
Oleh karena itu, keputusan Boeing untuk membangun pesawat baru di Pasifik Barat Laut juga memiliki dampak besar, meskipun model tersebut mungkin baru akan diluncurkan dalam empat tahun ke depan. Hal ini bisa membuat Boeing kehilangan kekuatan dalam negosiasi kontrak di masa depan, seperti saat mereka menggunakan ancaman memindahkan produksi 777X untuk menekan pekerja agar menolak pensiun di masa lalu.
Stephanie Pope, Presiden dan CEO Commercial Airplanes, menyebut kontrak ini sebagai "kenaikan gaji terbesar yang pernah ada" dalam pesan video kepada para pekerja. Di mana kesepakatan tersebut juga mencakup penyesuaian terkait tunjangan kesehatan, pensiun, dan aturan lembur.
“Yang tak kalah penting, kontrak ini memperkuat komitmen kami terhadap Pacific Northwest,” kata Pope. "Boeing berakar kuat di sini, di Washington."
Perwakilan Boeing dan Asosiasi Masinis dan Pekerja Dirgantara Internasional telah bernegosiasi selama hampir sebulan di sebuah hotel di Seattle, membahas isu-isu seperti gaji, pensiun, keamanan kerja, dan perawatan kesehatan.
Ini merupakan negosiasi besar pertama dalam 16 tahun terakhir antara perusahaan dan serikat pekerja yang mewakili 33.000 mekanik dan pekerja pabrik di Washington dan Oregon.
Penawaran gaji Boeing bisa menghasilkan kenaikan hingga 33% jika memperhitungkan kenaikan berkala sesuai masa kerja. Namun, angka ini masih di bawah kenaikan 40% yang diminta oleh serikat pekerja saat perundingan dimulai pada bulan Maret.
“Secara keuangan, perusahaan sedang berada dalam posisi sulit karena kesalahan mereka sendiri,” kata Jon Holden, Presiden IAM Distrik 751, dan Brandon Bryant, presiden distrik W24, dalam pernyataan kepada anggota mereka. “Para anggota IAM yang akan membantu perusahaan kembali ke jalur yang benar.”
Jika disetujui, kontrak baru ini bisa menghilangkan kekhawatiran para investor yang telah membebani saham Boeing, menurut Ken Herbert, analis dari RBC Capital Markets. Kesepakatan ini juga membuka peluang bagi Boeing untuk menjual saham tambahan guna membantu melunasi utang bersih sebesar USD45 miliar yang mereka tanggung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










