Akurat

PNBP Sawit Tembus Rp15,8 Triliun per Juli 2024

Demi Ermansyah | 28 Agustus 2024, 12:44 WIB
PNBP Sawit Tembus Rp15,8 Triliun  per Juli 2024

AKURAT.CO Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) melaporkan bahwa hingga Juli 2024, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari pungutan ekspor kelapa sawit mencapai Rp15,88 triliun.

Dimana angka tersebut berkontribusi sebesar 31,3% terhadap total PNBP Badan Layanan Umum (BLU) yang sebesar Rp50,7 triliun, dan 4,6% terhadap total PNBP secara keseluruhan yang mencapai Rp338 triliun dalam periode yang sama. Tak hanya itu, BPDPKS juga melaporkan volume ekspor kelapa sawit hingga Juli 2024 mencapai 19,43 juta metrik ton.

Menurut Direktur Perencanaan dan Pengelolaan Dana, serta Plt. Direktur Kemitraan BPDPKS, Kabul Wijayanto menegaskan bahwa capaian PNBP dari pungutan ekspor kelapa sawit sampai Juli 2024 mencapai Rp15,88 triliun. Dimana capaian tersebut menyumbang 31,3% untuk BLU dan 4,6% untuk PNBP nasional.

Baca Juga: 3 Strategi BPDKS Majukan Hulu dan Hilir Industri Sawit

“Capaiannya sampai dengan Juli 2024 adalah Rp15,88 triliun. Artinya untuk secara capaian dari BLU ini menyumbang 31,3 persen, sementara untuk PNBP secara nasional 4,6 persen,” ucapnya di Belitung, Selasa (27/8/2024).

Lebih lanjut dirinya menegaskan bahwa BPDPKS memiliki tanggung jawab untuk menghimpun dan mengelola dana perkebunan kelapa sawit secara berkelanjutan melalui pungutan ekspor. Selain itu, dana juga dihimpun dari lembaga pembiayaan, masyarakat, serta sumber-sumber sah lainnya.

Tak sampai disitu, dirinya juga memaparkan bahwa sektor kelapa sawit di Indonesia melibatkan sekitar 2,4 juta petani swadaya dan 16 juta pekerja. Oleh karena itu, lanjutnya, tidak heran apabila sektor ini berhasil mendorong Produk Domestik Bruto (PDB) sektor perkebunan tumbuh sebesar 3,25% pada triwulan kedua 2024.

"Sedangkan PDB nasional tumbuh sebesar 5,05 persen pada periode yang sama," ucapnya kembali.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.