Akurat

Layanan Keuangan hingga Penerbangan Global Lumpuh Akibat Pembaruan Keamanan di Microsoft Windows

Silvia Nur Fajri | 20 Juli 2024, 16:45 WIB
Layanan Keuangan hingga Penerbangan Global Lumpuh Akibat Pembaruan Keamanan di Microsoft Windows

AKURAT.CO Aktivitas global terganggu secara signifikan pada Jumat, 19 Juli 2024, dengan layanan keuangan, kesehatan, penerbangan dan stasiun TV berhenti beroperasi. Penerbangan menjadi sektor yang paling terdampak, dengan larangan terbang dan penundaan layanan yang meluas.

Dilansir APNews, gangguan ini disebabkan oleh masalah dalam proses pembaruan perangkat lunak dari perusahaan keamanan siber, CrowdStrike. Menurut CEO CrowdStrike George Kurtz, perusahaan sedang bekerja sama dengan para pelanggan yang terkena dampak, terutama perangkat yang menggunakan Microsoft Windows. 

"Perangkat Mac dan Linux tidak terpengaruh," tambahnya dikutip pada Sabtu (20/7/2024).

Baca Juga: Apa Itu CrowdStrike dan Hubungannya dengan Microsoft? Diduga Jadi Penyebab Windows Blue Screen di Beberapa Negara

Kurtz menegaskan bahwa ini bukan insiden keamanan atau serangan siber, dan masalah tersebut telah diidentifikasi, diisolasi, serta diperbaiki. "Masalahnya telah diidentifikasi, diisolasi, dan perbaikan telah dilakukan," ujarnya melalui media sosial.

Gangguan ini disebut-sebut sebagai salah satu yang terbesar dalam dunia IT, menyebabkan saham CrowdStrike ditutup turun sebesar 11%.

Selanjutnya, Ketua Komisi Perdagangan Federal AS (FTC) Lina Khan, turut menyoroti gangguan tersebut melalui unggahan di media sosial X pada hari Jumat. Tanpa menyebut langsung nama CrowdStrike atau Microsoft, Khan menyalahkan sistem yang rapuh dan ketergantungan pasar pada satu pihak sebagai penyebab utama terjadinya gangguan ini.

"Memusatkan produksi dapat memusatkan risiko, sehingga satu bencana atau gangguan terjadi maka punya dampak yang berlapis," tulis Khan dalam unggahannya.

Meskipun Khan tidak mengumumkan penyelidikan FTC atas insiden tersebut, ia menyindir tindakan-tindakan serupa yang sebelumnya dilakukan dan meminta komentar publik terhadap praktik monopoli yang sering dilakukan oleh perusahaan teknologi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.