Kemenhub Perkuat Keselamatan Penerbangan di Batam Jelang Nataru 2026
Hefriday | 19 Desember 2025, 17:41 WIB

AKURAT.CO Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan memperkuat aspek keselamatan dan keamanan penerbangan selama periode angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Batam, Kepulauan Riau.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan layanan transportasi udara berjalan aman, tertib, dan lancar di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat.
Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah II Medan Ditjen Hubud Kemenhub, Asri Santosa, menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan transportasi udara, terutama pada momentum libur akhir tahun yang identik dengan lonjakan penumpang.
“Keselamatan dan keamanan merupakan aspek utama dalam penyelenggaraan transportasi udara,” ujar Asri dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (19/12/2025).
Sebagai salah satu upaya konkret, Ditjen Hubud menyelenggarakan Kampanye Keselamatan dan Keamanan Penerbangan di Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Kampanye ini menjadi bagian dari rangkaian kesiapan angkutan udara menghadapi periode Nataru 2025/2026.
Asri menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen Ditjen Hubud untuk terus mengedukasi masyarakat sekaligus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan di sektor penerbangan.
Melalui kampanye ini, diharapkan budaya keselamatan dan keamanan penerbangan semakin mengakar di lingkungan bandar udara. Menurut dia, peningkatan kesadaran publik sangat penting agar penumpang memahami dan mematuhi aturan yang berlaku di bandara maupun selama berada di dalam pesawat.
Hal ini dinilai krusial untuk mencegah potensi gangguan yang dapat membahayakan keselamatan penerbangan.
Dalam kampanye tersebut, sejumlah isu menjadi perhatian bersama, antara lain larangan bercanda atau menyampaikan pernyataan terkait bom, larangan merokok baik rokok konvensional maupun rokok elektrik di dalam kabin pesawat, serta larangan penggunaan laser yang dapat mengganggu keselamatan penerbangan.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk tidak menerbangkan layang-layang, balon udara yang tidak ditambatkan, maupun melakukan aktivitas lain di sekitar bandara yang berpotensi membahayakan operasional pesawat.
Kegiatan kampanye keselamatan ini dilakukan secara interaktif melalui dialog langsung dengan calon penumpang domestik dan internasional di ruang tunggu keberangkatan Bandara Internasional Hang Nadim Batam.
Petugas memberikan penjelasan sekaligus mengingatkan konsekuensi dari pelanggaran aturan penerbangan.
Asri menekankan bahwa candaan atau pernyataan bernuansa ancaman, termasuk candaan bom, dapat berdampak serius terhadap keamanan penerbangan dan berujung pada sanksi hukum. Oleh karena itu, ia mengimbau seluruh penumpang untuk bersikap bijak dan bertanggung jawab.
“Kami juga mengingatkan bahwa merokok, baik rokok konvensional maupun rokok elektrik, dilarang di dalam kabin pesawat,” kata Asri.
Dirinya juga menambahkan bahwa penggunaan power bank di dalam kabin harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan tidak digunakan selama penerbangan.
Menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Ditjen Hubud memprediksi terjadi peningkatan signifikan pergerakan penumpang dan pesawat di berbagai bandara, termasuk Bandara Internasional Hang Nadim Batam yang merupakan salah satu simpul transportasi udara strategis di wilayah barat Indonesia.
Melalui kampanye keselamatan dan keamanan penerbangan ini, Ditjen Hubud berharap masyarakat tidak hanya memahami regulasi yang berlaku, tetapi juga memiliki kesadaran bahwa keselamatan penerbangan merupakan tanggung jawab bersama demi terciptanya perjalanan udara yang aman, tertib, dan nyaman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










