Akurat

ELSA Kaji Bisnis CCS/ CCUS

M. Rahman | 12 Juli 2024, 19:21 WIB
ELSA Kaji Bisnis CCS/ CCUS

AKURAT.CO PT Elnusa Tbk (ELSA) mengkaji kemungkinan perusahaan merambah ke bisnis penangkapan, penyimpanan dan pemanfaatan karbon atau carbon capture storage/ carbon capture utilization and storage (CCS/ CCUS).

Menurut VP Business Development and Marketing ELSA, Novrizal, sudah ada arahan dari stake holder untuk mencoba ke sarah sana, mengingat perusahaan juga memiliki kemampuan ke sana.

"Karena Indonesia kan memiliki potensi storage capacity ribuan tCO2. Nah salah satu value chainnya CCS/ CCUS kan memompakan kembali karbon ke sumur, ke storage. Pasti (tertarik) dan sedang kami pelajari, tinggal utilisasinya seperti apa. Tinggal kita kembangkan lebih dalam teknologi kami atau kolaborasi," ujarnya di Jakarta, Jumat (12/7/2024).

Baca Juga: Elnusa Teken Kontrak Hulu Migas Integrated Drilling Services Senilai USD106 Juta

Perusahaan juga akan menilik sejauh mana kompetitor bergerak di bisnis ini, mengingat sebenarnya infrastruktur dan regulasi terkait CCS/CCUS belum komprehensif. Apalagi, Elnusa bertekad menyediakan solusi terkait energi terbarukan dengan menawarkan solusi efisiensi biaya. Asal tahu, Tripatra, entitas Indika Energy juga aktif menjajaki peluang bisnis CCS/CCUS.

"Kami sih lihat vaue chain mana yang kita perlu terlibat. Menyimpan CO2 itu kan butuh banyak aktivitas. Sebenarnya mirip aktivitaspengeboran juga, memompakan kembali. Hanya pumping capacity berbeda dan karakternya juga berbeda. Untuk itu kita butuh peralatan dan kompetensi tambahan.

DNA Inovatif

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama ELSA, Bachtiar Soeria Atmadja mengatakan inovasi telah menjadi DNA perusahaan karena perusahaan percaya disrupsi akan menimpa siapapun yang berdiam diri. Hadir pertama kali sebagai perusahaan jasa pendukung telekomunikasi perkapalan dengan nama Elektronika Nusantara, Elnusa telah mengalami banyak dinamika, yang mengasah Elnusa menjadi seperti yang kita lihat saat ini.

Beberapa permasalahan bisnis yang menjadi tantangan perusahaan, dalam beberapa tahun terakhir ini juga telah diatasi. Sebagai contoh, kasus sengketa bank Mega yang telah bergulir belasan tahun, di tahun 2024 telah terselesaikan dengan baik.

"Kami juga telah berhasil menumbuhkan dan menyehatkan kembali bisnis jasa upstream sejak periode jatuhnya harga minyak akibat shale oil, kurang dari 1 dekade lalu, dan banyak lagi perbaikan lainnya. Dengan kondisi ini, Elnusa juga berhasil mencetak pendapatan dan laba tertinggi sepanjang sejarah Elnusa di 2023 lalu, dan kami akan terus upayakan kembali mencetak sejarah ke depannya," imbuh Bachtiar.

Dalam beberapa tahun terakhir, telah cukup banyak inovasi yang dihasilkan oleh para Perwira Elnusa, seperti inovasi Hydraulic Drilling Unit (HDU), yaitu kombinasi antara kebutuhan kerja ulang sumur dengan pemboran eksplorasi yang diperlukan oleh klien. Dengan HDU, biaya bisa ditekan hingga 50-60% dibandingkan dengan jackup rig offshore.

Perusahaan juga selalu berangkat dari permasalahan yang dihadapi pelanggan. Dengan memilih strategi pengembangan bisnis berbasisi design thinking layaknya perusahaan raksasa global seperti Google, Microsoft dan Amazon, solusi yang dihadirkan perusahaan memang selalu sesuai kebutuhan pelanggan dan tidak terlalu berlebihan. Tak kurang dari USD10 juta value creation berhasil diciptakan setiap tahunnya, sebagai buah dari inovasi perusahaan.

"Kami juga berhasil memformulasikan semen slurry merah putih untuk pengeboran yang lebih efisien dan efektif," tukas Backtiar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa