Budidaya Udang RI Terbelakang, Asosiasi Minta Izin Tambak Dipermudah
Demi Ermansyah | 24 Juni 2024, 17:34 WIB

AKURAT.CO Nilai Ekonomi hasil udang di Indonesia sampai saat ini masih belum optimal meskipun Indonesia memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Masyarakat Akuakultur Indonesia, Rokhmin Dahuri, di mana dirinya menjelaskan bahwa komoditas udang di Indonesia sebetulnya bisa menjadi produsen utama di dunia.
Namun sayangnya, lanjut Rokhmin, potensi dari budidaya udang sampai saat ini masih terabaikan. Oleh karena itu dirinya meminta perhatian khusus dari pemerintah untuk mengoptimalkan produksi udang di Indonesia.
"Data terakhir menunjukkan bahwa Indonesia hanya menghasilkan 550 ribu ton udang per tahun, menduduki peringkat kelima, sementara Ekuador dengan garis pantai sepanjang 2.300 km bisa menghasilkan 1,1 juta ton," ucapnya saat Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Senin, 24 Juni 2024.
Lebih lanjut dirinya juga menjelaskan salah satu masalah stagnansi usaha tambak udang di Indonesia adalah kesulitan perizinan. "Sayangnya saat ini, tambak udang seringkali dituduh mencemari lingkungan, yang membuat investor khawatir dan sering berurusan dengan aparat penegak hukum," ucapnya kembali.
Senada dengan Rokhmin, Ketua Forum Udang Indonesia, Budhi Wibowo menilai perizinan pengelolaan wilayah pesisir untuk tambak udang terlalu rumit.
"Harapan kami agar sumber daya perikanan dan hasil laut menjadi fokus utama pemerintah," tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










