Akurat

Bulog Gandeng Akademisi dan Mitra Temukan Beras dengan Kualitas Terbaik

Hefriday | 4 November 2025, 19:24 WIB
Bulog Gandeng Akademisi dan Mitra Temukan Beras dengan Kualitas Terbaik

AKURAT.CO Perum Bulog terus memperkuat perannya dalam mendukung ketahanan dan kemandirian pangan nasional melalui pengelolaan aset lahan yang dimilikinya. 

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah memanfaatkan lahan produktif untuk meningkatkan hasil produksi padi berkualitas tinggi. Upaya tersebut menunjukkan hasil menggembirakan dengan capaian rata-rata panen mencapai 7,2 ton gabah per hektare.
 
Wakil Direktur Utama Perum Bulog, Marga Taufiq, menjelaskan bahwa perusahaan berkomitmen memperkuat sektor hulu dengan mengoptimalkan aset yang ada. 
 
“Kami berusaha ketika melakukan hilirisasi, di hulunya juga harus bagus. Maka Bulog berinisiatif menggandeng para mitra dan akademisi untuk menciptakan proses budidaya yang menghasilkan produksi terbaik,” ujar Marga dalam kegiatan panen padi di lahan budidaya Mitra Tani Perum Bulog di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Selasa (4/11/2025).
 
 
Hasil panen tersebut menjadi bukti nyata efektivitas metode budidaya yang diterapkan oleh Bulog dan para mitranya. Dari lahan seluas lima hektare yang dikelola, produktivitas meningkat signifikan dibanding musim tanam sebelumnya. 
 
Pendekatan ini menjadi bagian dari strategi besar Bulog dalam mengembangkan model pertanian terintegrasi antara hulu dan hilir yang berkelanjutan.
 
Melalui strategi tersebut, Bulog tidak hanya berfokus pada pengelolaan pascapanen dan distribusi pangan, tetapi juga turun langsung ke sektor budidaya. 
 
Pendekatan ini dilakukan dengan melibatkan berbagai mitra strategis, mulai dari akademisi, konsultan pertanian, hingga petani lokal. Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional dari sisi produksi.
 
Salah satu unit penting dalam implementasi strategi ini adalah Project Management Office (PMO) Mitra Tani Bulog. Unit tersebut menjadi garda depan dalam penerapan metode agrikultural modern. 
 
Dengan melibatkan konsultan dan akademisi, PMO memastikan proses penanaman, pemupukan, hingga panen dilakukan sesuai prinsip pertanian presisi.
 
Bulog juga menjalin kerja sama erat dengan PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) untuk memastikan penggunaan pupuk yang tepat dosis dan efisien. 
 
Kolaborasi lintas sektor ini terbukti mampu meningkatkan hasil panen sekaligus menjaga kesuburan tanah secara berkelanjutan. Dengan dukungan teknologi, pola tanam modern yang diterapkan diharapkan bisa direplikasi di berbagai wilayah lain di Indonesia.
 
Varietas padi yang digunakan dalam program ini adalah Inpari 32, salah satu jenis padi unggul dengan potensi hasil tinggi serta daya tahan terhadap perubahan cuaca ekstrem. 
 
Bulog berencana memperluas penerapan metode budidaya padi unggul ini ke wilayah lain, baik di dalam maupun luar Pulau Jawa, guna memperkuat ketahanan pangan nasional.
 
Secara keseluruhan, total lahan yang dikelola Bulog melalui berbagai model kemitraan mencapai sekitar 6.000 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 25 hektare merupakan aset milik perusahaan yang dioptimalkan secara langsung untuk kegiatan pertanian produktif. 
 
Sementara sebagian besar lainnya dikelola melalui skema kemitraan dengan petani lokal dan program sinergi antar-BUMN, termasuk Program Makmur.
 
Direktur Pengadaan Perum Bulog, Prihasto Setyanto, menegaskan bahwa langkah pengelolaan lahan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan. 
 
“Kami mengoptimalkan lahan BUMN pangan untuk kegiatan budidaya padi secara mandiri. Ini adalah upaya memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan aset produktif dan teknologi pertanian modern,” jelasnya.
 
Saat ini, Bulog telah menggarap sekitar 25 hektare lahan berstatus clear and clean dari total aset yang diidentifikasi mencapai 110 hektare di wilayah Jawa. 
 
Sisanya tengah dalam proses administrasi sebelum dapat dimanfaatkan secara penuh. Melalui pendekatan ini, Bulog tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga menghidupkan kembali aset negara agar lebih produktif.
 
Selain pengelolaan langsung, Bulog menerapkan tiga pola kemitraan pertanian: kemitraan sinergis dengan petani, Program Makmur bersama BUMN, serta pengelolaan langsung aset perusahaan. 
 
Ketiga model ini dirancang untuk menciptakan sistem produksi yang saling menguntungkan, meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus memperkuat cadangan pangan nasional.
 
Penerapan teknologi pertanian modern juga menjadi kunci keberhasilan Bulog. Penggunaan drone dalam penyebaran pupuk dan pemantauan tanaman telah membantu meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam proses budidaya. 
 
Hasilnya terlihat jelas, yaitu jika pada musim tanam pertama produksi hanya mencapai 4,4 ton per hektare, maka pada musim tanam kedua melonjak menjadi 7,2 ton per hektare setelah penerapan metode baru.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa