Akurat

Cetak Laba Rp1,06 T, Summarecon Terus Genjot Portofolio Unit Bisnis

M. Rahman | 20 Juni 2024, 19:21 WIB
Cetak Laba Rp1,06 T, Summarecon Terus Genjot Portofolio Unit Bisnis

AKURAT.CO PT Summarecon Agung Tbk (Summarecon) kembali menunjukan kinerja perseroan yang positif dalam Laporan Tahunan untuk tahun buku 2023. Hal ini seiring dengan meningkatnya pendapatan perseroan sebesar 14,1% dari Rp5,72 triliun pada tahun 2022 menjadi Rp6,66 triliun pada tahun 2023.

Perseroan juga berhasil mendapatkan peningkatan laba bersih sebesar 27% dari Rp772 miliar menjadi Rp1.058 miliar. Pencapaian tersebut tertuang dalam pelaporan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Summarecon pada hari Kamis, 20 Juni 2024.

Menurut Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto P. Adhi, dengan pengalamamnya selama 49 tahun Summarecon akan membuka proyek ke-9 yaitu Summarecon Tangerang pada akhir tahun 2024, untuk meningkatkan portofolio properti residensial bagi pelanggan.

Pihaknya akan memperkuat bisnis inti dengan mempercepat seluruh pengembangan secara efisien dan memenuhi permintaan pasar secara efektif. Selain itu di unit bisnis Investasi dan Manajemen Properti, Summarecon Villaggio dan Summarecon Mall Bandung yang baru saja dibuka semakin meningkatkan value kawasan yang perusahaab kembangkan, sekaligus memberikan pengalaman rekreasi baik bagi pengunjung maupun masyarakat.

Baca Juga: Summarecon Mutiara Makassar Luncurkan The Morizen, Hunian Eksklusif Ala Jepang Ramah Lingkungan

"Summarecon Mall Bekasi Fase 2, Summarecon Mall Makassar yang saat ini sedang dibangun, dan sejumlah proyek ritel, komersial, dan perhotelan lainnya yang direncanakan pada tahun-tahun mendatang akan didasarkan pada konsep urban planning untuk meningkatkan nilai kota-kota terpadu kami dan pengembangan di sekitarnya," ujarnya di Jakarta, Kamis (20/6/2024).

Unit Bisnis Pengembangan Properti

Untuk segmen bisnis pengembangan properti, Summarecon saat ini memiliki 8 kota terpadu yang tersebar di Kelapa Gading, Serpong, Bekasi, Bogor, Bandung, Karawang, Makassar, dan Crown Gading. Produk yang dikembangkan saat ini adalah rumah, apartemen, ruko, perkantoran dan kavling komersial dengan peluncuran produk sepanjang tahun yang tersebar di portofolio kota terpadu.

Pra-penjualan pengembangan properti mencapai sebesar Rp4,52 triliun, di bawah target Rp5 triliun karena tantangan yang timbul menjelang Pemilu Indonesia 2024, sehingga perseroan menunda beberapa peluncuran produk. Kontribusi penjualan terbesar berasal dari unit Summarecon Serpong. Rumah dan ruko masih menjadi penyumbang produk terbesar masing-masing dengan 68% dan 21% dari total pra-penjualan.

Produk lainnya memberikan kontribusi kurang dari 10% untuk masing-masing jenis produk.

Adapun bisnis pengembangan properti menyumbang pendapatan Rp 4,04 triliun pada 2023, meningkat sebesar 15% dari pendapatan tahun 2022 sebesar Rp 3,53 triliun. Segmen usaha ini masih menjadi kontributor terbesar dengan 61% dari total pendapatan.

Unit Bisnis Investasi dan Manajemen Properti

Pendapatan dari segmen bisnis investasi properti dan manajemen meningkat sebesar Rp257 miliar dari Rp1,48 triliun pada tahun 2022 menjadi Rp1,74 triliun pada tahun 2023. Peningkatan pendapatan sebesar 17% berasal dari pendapatan sewa mal yang meningkat sebesar Rp136 miliar.

Secara geografis, Kelapa Gading merupakan kontributor pendapatan terbesar dengan 44% dari total pendapatan di segmen bisnis ini, diikuti oleh Serpong (33%) dan Bekasi (21%), yang mencerminkan ukuran operasional dari masing-masing pusat perbelanjaan tersebut.

Bisnis dari pusat-pusat perbelanjaan masih menjadi kontributor utama segmen bisnis ini dengan kontribusi sebesar 94% dari pendapatan segmen tersebut. Kontribusi dari properti investasi lainnya tidak signifikan karena properti ini dikembangkan untuk melengkapi dan menambah kelengkapan kota terpadu dengan fasilitas-fasilitas tersebut.

Unit Bisnis Lain-lain

Pendapatan di segmen ini meningkat 23% yakni sebesar Rp166 miliar dari Rp710 miliar pada tahun 2022 menjadi Rp876 miliar pada tahun 2023. Pada segmen bisnis ini, bisnis perhotelan menjadi kontributor terbesar. Bisnis manajemen estat & properti akan terus berkembang karena semakin banyak properti yang dikembangkan dan diserahkan kepada pelanggan.

Dalam RUPST tahun buku 2023, Perseroan juga mengumumkan jajaran Dewan Komisaris dan Direksi, sebagai berikut.

Dewan Komisaris

  • Komisaris Utama: Ir. Soetjipto Nagaria 
  • Komisaris: Harto Djojo Nagaria 
  • Komisaris: Hendri Rahardja 
  • Komisaris Independen: Drs Edi Darnadi
  • Komisaris Independen: Lexy Arie Tumiwa
  • Komisaris Independen: Ge Lilies Yamin 

Dewan Direksi

  • Direktur Utama: Adrianto P. Adi 
  • Direktur: Liliawati Rahardjo
  • Direktur: Soegianto Nagaria
  • Direktur: Herman Nagaria
  • Direktur: Sharif Benyamin
  • Direktur: Lidya Tjio
  • Direktur: Nanik Widjaja
  • Direktur: Jason Lim

Atas pencapaian yang berhasil diraih di sepanjang tahun buku 2023, Perseroan membagikan dividen sebesar Rp9 per lembar saham atau total sebesar Rp148.577.115.222

Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2024 yang diperkirakan akan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan PDB pada tahun 2023, yaitu sebesar 5,3% hingga 5,7% seiring dengan berakhirnya Pemilu nasional yang memberikan kepastian politik dan stabilitas terhadap lingkungan sosial-ekonomi negara, juga didukung oleh kebijakan suku bunga dari Bank Indonesia, perusahaan optimistis akan meningkatkan tingkat kemampuan pembeli.

Summarecon akan membuka proyek ke-9 yaitu Summarecon Tangerang pada akhir tahun 2024, serta didukung 8 proyek yang sedang berjalan, dan cadangan lahan seluas 1.900 hektar yang akan memberikan keberlanjutan dan kelangsungan bisnis perusahaan di tahun-tahun mendatang.

Dengan demikian perusahaan menetapkan target pra-penjualan sebesar Rp5 triliun pada tahun 2024 dengan kontribusi pra-penjualan dari keseluruhan 9 proyek.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa