PGE Kejar Target Pembangkit 1 GW di 2026 Lewat 2 Cara Ini

AKURAT.CO PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), sebagai perusahaan energi hijau kelas dunia, terus berkomitmen mencapai kapasitas pembangkitan 1 GW dalam dua tahun ke depan atau 2026. Dalam rangka merealisasikan visi ini, PGE telah melakukan berbagai inisiatif, terutama dalam eksplorasi dan pengembangan.
Langkah-langkah strategis ini diharapkan tidak hanya menjadikan PGE sebagai pemimpin dalam pengolahan energi hijau, tetapi juga sebagai pilar penting dalam transisi energi, keberlanjutan, dan pencapaian Net Zero Emission.
Direktur Utama PGE, Julfi Hadi menegaskan bahwa PGE memiliki peluang besar dan kemampuan untuk berperan signifikan dalam transisi energi. "Sebagai perusahaan energi hijau terkemuka dunia, tugas kita adalah tumbuh dengan cepat. Dengan potensi geotermal yang melimpah, kita memiliki kesempatan besar dan peran penting dalam agenda transisi energi menuju target Net Zero Emission," ujar Julfi Hadi daam keterangan tertulis, Jumat (7/6/2024).
Baca Juga: PGE Tebar Dividen USD128,4 Juta Setara 78 Persen Laba 2023
Salah satu upaya PGE untuk mencapai kapasitas 1 GW adalah pengembangan teknologi cogeneration yang diperkirakan akan menambah kapasitas sebesar 230 MW. Inisiatif ini diperkuat dengan penandatanganan Joint Development Agreement (JDA) dengan PT PLN Indonesia Power (PLN IP) pada Kamis (30/5).
Inisiatif lain mencakup pemanfaatan wilayah kerja panas bumi (WKP) Hululais, yang memiliki potensi kapasitas hingga 110 MW, dan proyek Lumut Balai Unit 2 yang berpotensi menambah kapasitas hingga 55 MW. Proyek Lumut Balai Unit 2 saat ini telah mencapai kemajuan sebesar 71,72%. “Seluruh proyek ini ditargetkan untuk berjalan efektif di tahun ini agar target 1 GW semakin dekat,” tutur Julfi Hadi.
Direktur Eksplorasi dan Pengembangan Edwil Suzandi juga menggarisbawahi kemampuan PGE menghadapi tantangan masa kini maupun masa depan. "Dengan kolaborasi dan sinergi dari seluruh keluarga besar PGE, kita akan merealisasikan PGE sebagai pusat keunggulan dunia. Target 1 GW bukanlah sekadar impian, karena PGE adalah perusahaan terdepan," kata Edwil Suzandi.
Selain upaya mencapai kapasitas 1 GW, PGE juga aktif mencari peluang untuk ekspansi global melalui inisiatif merger dan akuisisi. Saat ini, PGE sedang menelaah potensi panas bumi di beberapa lokasi strategis, seperti Turki dan Kenya, yang diharapkan dapat berkontribusi signifikan menjadikan PGE sebagai perusahaan energi hijau terkemuka dunia.
PGE juga berupaya mendiversifikasi model bisnis dan menciptakan nilai tambah dari teknologi panas bumi melalui sumber pendapatan baru yang melampaui sektor ketenagalistrikan. Dengan berbagai inisiatif pengembangan bisnis dan sinergi dengan grup PT Pertamina (Persero) serta berbagai pemangku kepentingan lainnya, PGE yakin ekspansi dapat dilakukan dengan lebih masif.
“PGE berkomitmen untuk mendorong kinerja perusahaan agar semakin baik. Berbagai upaya telah dilakukan, termasuk JDA dan ekspansi di dalam maupun luar negeri. Kita harus senantiasa bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menjadikan PGE sebagai perusahaan energi hijau terkemuka dunia, target besar yang pasti bisa kita capai,” tegas Julfi Hadi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










