RUPST, Garuda Indonesia Rombak Komisaris dan Direksi
Demi Ermansyah | 23 Mei 2024, 15:33 WIB

AKURAT.CO Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) menyetujui perubahan komisaris dan direksi. Dari sisi komisaris, eks Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Purnawirawan, Fadjar Prasetyo masuk sebagai Komisaris Utama (Komut).
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menyampaikan, keputusan RUPST mengenai pengurus baru Garuda tersebut merupakan usulan pemegang saham seri A.
Marsekal TNI (Purn.) Fadjar Prasetyo, kata Irfan, ditetapkan sebagai Komisaris Utama/Komisaris Independen. RUPST juga menetapkan Chairul Tandjung sebagai Komisaris dan mengangkat kembali Timur Sukirno sebagai Komisaris Independen menggantikan Thomas Oentoro.
"Sementara jajaran direksi mendapatkan tambahan menggantikan Alm. Bapak Salman. Saya tetap Direktur Utama, Prasetio Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, Tumpal Manumpak Hutapea tetap Direktur Operasi. Ade R. Susardi difokuskan ke Direktur Niaga," ujar Irfandi sela konferensi pers seusai RUPST di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (22/5/2024).
Untuk Direktur Teknik, sambung Irfan, RUPST mengangkat Rahmat Hanafi. Pemegang saham juga menambah direksi baru yaitu Enny Kristiani sebagai Direktur Human Capital dan Corporate Services.
Sehubungan dengan keputusan RUPST tersebut, berikut ini susunan lengkap pengurus baru Garuda Indonesia adalah sebagai berikut.
Direksi
Sehubungan dengan keputusan RUPST tersebut, berikut ini susunan lengkap pengurus baru Garuda Indonesia adalah sebagai berikut.
Direksi
- Direktur Utama: Irfan Setiaputra
- Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Prasetio
- Direktur Niaga: Ade R. Susardi
- Direktur Operasi: Tumpal Manumpak Hutapea
- Direktur Teknik: Rahmat Hanafi
- Direktur Human Capital dan Corporate Service: Enny Kristiani
Komisaris
- Komisaris Utama/Komisaris Independen: Marsekal TNI (Purn.) Fadjar Prasetyo
- Komisaris: Chairal Tanjung
- Komisaris Independen: Timur Sukirno
Irfan mengungkapkan, melalui pelaporan kinerja perusahaan pada RUPS Tahun Buku 2023, GIAA optimistis, langkah kinerja penyehatan kinerja dapat terus berjalan on the track khususnya dengan melihat sejumlah indikator penyehatan kinerja usaha yang berjalan optimal utamanya melalui peningkatan proporsi pendapatan usaha hingga Ebitda yang terus menunjukan pertumbuhan positif.
"Sejalan dengan dengan upaya berkelanjutan perseroan untuk terus mengakselerasikan kinerja di tengah optimisme pertumbuhan industri pariwisata, termasuk industri aviasi, Garuda Indonesia akan terus mengoptimalkan berbagai inisiatif di berbagai lini bisnis yang memiliki potensi dalam mendukung revenue perusahaan," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










