6 Ide Bisnis Ini Dorong Pengembangan Budaya Indonesia, Bisa Cuan Sekaligus Melestarikan Warisan Leluhur!

AKURAT.CO Budaya merupakan salah satu warisan leluhur yang sepatutnya dijaga agar bisa tetap dinikmati generasi penerus di masa mendatang. Terlebih lagi setiap daerah di Indonesia memiliki budaya yang begitu unik dan luar biasa.
Tentunya akan sangat disayangkan jika harus hilang atau terlupakan begitu saja. Salah satu cara melestarikan budaya adalah melalui bisnis. Dengan mengkomersilkan budaya, ini bisa jadi jalan untuk melestarikan sekaligus mendapatkan keuntungan.
Misalnya dengan mengembangkan produk yang berbasis budaya seperti membuat pakaian khas tradisional, alat musik, souvenir dan banyak lagi.
Dengan begitu, budaya yang ada akan memiliki potensi untuk lebih berkembang dan tentunya mampu memberikan keuntungan yang menjanjikan. Terutama bagi para penggiat seni budaya di berbagai pelosok nusantara.
Baca Juga: Agus Fatoni Lepas Keberangkatan 445 Calon Haji Kloter Pertama Embarkasi Palembang
Penasaran ide bisnis seperti apa yang mampu mendorong pengembangan budaya di Indonesia? Dilansir dari Cermati, berikut ini beberapa ide bisnis berbasis budaya yang menarik untuk dikembangkan.
Selain itu, bahan kain tradisional juga banyak tersedia yang bisa digunakan untuk mendukung potensi bisnis fashion. Sebut saja seperti kain batik, songket, tenun dan masih banyak lagi.
Apalagi hampir setiap daerah memiliki kain batik khasnya masing-masing. Agar produk fashion yang dihasilkan bisa diminati berbagai kalangan termasuk anak muda, maka perlu sentuhan inovasi.
Misalnya dengan membuat desain yang simpel dan kekinian sesuai selera penikmat fashion saat ini. Selain itu, pertimbangkan juga usia, jenis kelamin dan preferensi dari calon pembeli yang ditargetkan. Sehingga, Anda bisa menghasilkan produk fashion yang tak hanya dibutuhkan tapi juga diinginkan calon konsumen.
2. Kuliner Tradisional yang Khas
Apalagi setiap daerah tentunya memiliki kuliner tradisional yang khas dan ikonik yang menjadi salah satu bagian dari budaya. Ada banyak ide bisnis kuliner yang cukup menjanjikan dan mampu mendukung pengembangan budaya.
Misalnya dengan membuka tempat makan, cafe atau resto dengan menu utamanya hidangan tradisional. Atau bisa juga memproduksi produk kuliner khas dari daerah tertentu untuk dipasarkan secara luas.
Produk kulinernya bisa disesuaikan dengan daerah asal atau memang sudah Anda kuasai cara pengolahannya. Contohnya seperti produk jajanan dodol khas Garut, kemplang khas Jogja, kacang disco khas Bali dan masih banyak lagi.
3. Produk Kerajinan Tangan
Produk-produk kerajinan yang bisa dijadikan bisnis pun cukup beragam, mulai dari kain tenun, ukiran kayu, gerabah, anyaman, hingga keramik dan lain sebagainya. Anda bisa menghasilkan produk kerajinan sesuai target market yang dituju, apakah untuk pasar lokal atau internasional.
4. Produk Kerajinan Tekstil Tradisional
Dengan desain dan sentuhan yang lebih modern, kerajinan tekstil akan lebih menarik dan membuat calon konsumen semakin berminat.
5. Produk Perawatan Wajah dan Tubuh Tradisional
Produk-produk kecantikan tersebut adalah warisan budaya dari nenek moyang yang perlu dilestarikan keberadaannya. Umumnya, produk tersebut menggunakan bahan-bahan alami pilihan yang membuat produk-produk tersebut relatif aman.
Sebut saja seperti lulur mandi, masker wajah, sabun, bedak dingin dan sebagainya. Agar tampilan produk lebih menarik, pikirkan soal desain kemasannya misalnya dengan memberikan sentuhan yang simpel, alami dan eksklusif.
Jangan lupa cantumkan komposisi bahan yang digunakan, untuk meningkatkan kepercayaan calon konsumen.
6. Kerajinan Perak
Ketika mendapat sentuhan yang tepat, produk kerajinan ini bisa jadi ladang bisnis yang cukup menjanjikan. Inilah mengapa perlu adanya inovasi yang lebih berani untuk membawa kerajinan perak bersaing di pasar lokal maupun internasional.
Misalnya dengan desain kekinian, hingga penggunaan media sosial dan website untuk pemasaran bisnis. Dengan begitu, bisnis kerajinan perak bisa lebih terdongkrak lagi ketenarannya di tengah masyarakat global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










