Akurat

Bukit Asam (PTBA) Cetak Laba Bersih Rp790,9 M di Kuartal I-2024

Yosi Winosa | 1 Mei 2024, 21:13 WIB
Bukit Asam (PTBA) Cetak Laba Bersih Rp790,9 M di Kuartal I-2024

AKURAT.CO PT Bukit Asam Tbk (PTBA)berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp9,4 triliun dan EBITDA sebesar Rp1,5 triliun di kuartal I-2024.

Setelah dikurangi biaya-biaya, PTBA membukukan laba bersih Rp790,9 miliar. Sedangkan total aset perusahaan per 31 Maret 2024 sebesar Rp38,4 triliun.

Sekretaris PTBA, Niko Chandra mengatakan pencapaian laba bersih didukung oleh peningkatan kinerja operasional perseroan sepanjang kuartal I-2024. Total produksi batu bara PTBA pada periode ini mencapai 7,3 juta ton, tumbuh 7% dibanding periode yang sama tahun 2023 yakni sebesar 6,8 juta ton. 

Baca Juga: Laba Bersih PTBA Semester I-2023 Turun 54,03 Persen Jadi Rp2,8 T

"Kenaikan produksi ini seiring dengan kenaikan volume penjualan batu bara sebesar 10 persen menjadi 9,7 juta ton," ujar Niko dalam keterbukaan informasi BEI, Rabu (1/5/2024).

Pada kuartal I-2024, perseroan mencatat penjualan ekspor sebesar 3,8 juta ton atau naik 4% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Terdapat peningkatan ekspor ke sejumlah negara, di antaranya India, Korea Selatan, Thailand, Vietnam, Malaysia. Sementara realisasi Domestic Market Obligation (DMO) tercatat sebesar 5,9 juta ton atau tumbuh 14% secara tahunan.

Adapun realisasi angkutan batu bara melalui jalur kereta api pada Januari-Maret 2024 mencapai 8,4 juta ton atau meningkat 9% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Meski sempat terdampak robohnya girder pada proyek pembangunan jalan layang Bantaian pada Maret lalu, angkutan batu bara melalui jalur kereta api tetap dapat mencapai target.

"Tantangan bagi perseroan di tahun ini, di antaranya adalah koreksi harga batu bara dan fluktuasi pasar," imbuhnya.

Rata-rata indeks harga batu bara ICI-3 terkoreksi sekitar 21% secara tahunan dari USD100,44 per ton pada Januari-Maret 2023 menjadi USD78,9 per ton. Sedangkan rata-rata indeks harga batu bara Newcastle terkoreksi 49% secara tahunan menjadi USD 125,76 per ton.

Karena itu, PTBA terus berupaya memaksimalkan potensi pasar di dalam negeri serta peluang ekspor untuk mempertahankan kinerja baik. Perseroan juga konsisten mengedepankan cost leadership di setiap lini perusahaan, sehingga penerapan efisiensi secara berkelanjutan dapat dilakukan secara optimal.

Selain itu, Perseroan berharap agar pembentukan Mitra Instansi Pengelola (MIP) dapat segera terealisasi dan memberikan dampak baik bagi kinerja keuangan РТВА.

Ditegaskan Niko, perseroan melakukan perencanaan dengan mencermati perkembangan pasar terkini dan mengantisipasi berbagai faktor yang dinamis. Pada 2024, РТВА menargetkan produksi batu bara sebesar 41,3 juta ton, penjualan 43,1 juta ton, serta angkutan 33,7 juta ton.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa