Bappenas Gandeng WRI Susun Peta Jalan Dekarbonisasi Industri Nikel

AKURAT.CO Kementerian PPN/Bappenas bersama World Resources Institute Indonesia (WRI Indonesia) menggelar diskusi bertajuk Kick Off Penyusunan Peta Jalan Dekarbonisasi Industri Nikel.
Diskusi tersebut sebagai masukan Rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti pembuat kebijakan, industri, akademisi, dan asosiasi terkait sekaligus menandakan kerja sama Kementerian PPN/ Bappenas dan WRI Indonesia dalam penyusunan peta jalan dekarbonisasi industri nikel.
Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Bappenas, Vivi Yulaswati mengatakan penyusunan peta jalan dekarbonisasi industri nikel akan dilaksanakan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari sektor swasta, berbagai kementerian/lembaga teknis, hingga akademisi untuk membahas sejumlah tantangan dan penerapan solusi untuk industri nikel yang berkelanjutan.
Baca Juga: Deputi Kemenko Marves Sebut Meski Turun, Harga Nikel Lebih Tinggi Dibanding 1 Dekade Lalu
"Dalam prosesnya, Kementerian PPN/Bappenas menyambut kerja sama dengan WRI Indonesia sebagai lembaga riset independen yang akan memberikan kontribusi menyeluruh. Hal ini mencakup penelitian, analisis data, serta perancangan rekomendasi kebijakan untuk mendukung penurunan emisi sepanjang rantai pasok industri nikel di Indonesia," ujar Vivi dikutip Rabu (3/4/2024).
Ditambahkan, dekarbonisasi industri nikel dipercaya berkontribusi besar dalam agenda pembangunan transformasi ekonomi sesuai visi Indonesia Emas 2045. Di lain sisi, transformasi ekonomi juga ditargetkan menjadi strategi kunci di dalam dokumen perencanaan jangka menengah untuk membawa Indonesia keluar dari middle income trap.
Adanya peta jalan dekarbonisasi industri ini dapat semakin menyelaraskan ambisi ekonomi dengan pencapaian target pengurangan emisi sesuai dengan komitmen Indonesia dalam Perjanjian Paris.
"Hal ini dapat ditempuh melalui penciptaan ekosistem industri nikel yang berkelanjutan, memperhatikan lingkungan, dan beretika, seiring dengan misi untuk menghasilkan nilai tambah yang tinggi dan mampu bersaing di pasar global," imbuhnya.
Senada, Direktur Program Iklim, Energi, Kota, dan Laut WRI Indonesia, Almo Pradana menilai sebagai pemain global, poros pemanfaatan nikel Indonesia harus berdasar pada prinsip pembangunan rendah karbon.
Indonesia perlu menciptakan industri yang produktif sekaligus mengimplementasikan proses produksi dan produk yang rendah emisi. Menyertai pelaksanaan hilirisasi nikel dengan dekarbonisasi menjadi krusial karena tidak hanya mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga meningkatkan daya saing di pasar global yang semakin hijau.
"Peta jalan dekarbonisasi yang diinisiasi oleh Kementerian PPN/Bappenas dengan dukungan WRI Indonesia ini ditargetkan mampu menjadi panduan dalam menjadikan dekarbonisasi nikel sebagai kunci transisi energi Indonesia dan dunia," ujar Almo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 9Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
- 10Harga Cabai Berangsur Turun Awal November








