Akurat

Indocement (INTP) Targetkan Kenaikan Penjualan 10 Persen di 2024

M. Rahman | 25 Maret 2024, 21:42 WIB
Indocement (INTP) Targetkan Kenaikan Penjualan 10 Persen di 2024

AKURAT.CO PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) atau Indocement menargetkan pertumbuhan volume penjualan 10% pada 2024, sama dengan capaian tahun 2023 lalu.

Direktur Utama INTP, Christian Kartawijaya mengatakan pertumbuhan penjualan tahun 2024 bakal didorong penjualam dari PT Semen Grobogan yang baru diakuisisi senilai Rp1,45 triliun pada 1 Desember 2023 lalu.

"10 persen kurang lebih di 2024, tumbuh lebih besar karena demand grobogan kan masuk full year. Sama seperti di 2023 penjualan domestik ini kita tumbuh kurang lebih 10% karena ada kenaikan dari PT Semen Bosowa Maros. Overall inline dengan pertumbuhan pasar," ujar Christian dalam acara Buka Bersama Awak Media di Jakarta, Senin (25/3/2024).

Baca Juga: Mantap! 1.000 Karyawan Indocement Ikuti Vaksinasi Gotong Royong

Sejalan dengan rencana ekspansi penjualan, perusahaan juga bakal menyiapkan belanja modal operasional (operational expenditure) Rp1,5 triliun di tahun 2024, naik dari belanja modal tahun lalu Rp1 triliun.

Mengingat kondisi kas setara kas yang tebal, sekitar Rp3,2 triliun per 31 Desember 2023 lalu, perusahaan belum berencana mengambil pembiayaan kredit perbankan untuk membiayai belanja modal 2024.

Asal tahu, INTP membukukan volume penjualan keseluruhan (semen dan clinker) sebesar 19,3 juta ton pada 2023, lebih tinggi 1,75 juta ton atau naik 10% sepanjang 2023 lalu.

Volume tersebut termasuk volume setahun penuh dari operasi Maros ditambah volume satu bulan pada pasca akuisisi PT Semen Grobogan selesai pada 1 Desember 2023.

Total pangsa pasar semen domestik kami adalah 27,3% pada 2023 (mengacu pada data Kementerian Perindustrian), dengan Pulau Jawa 33,9% dan luar Pulau Jawa 20,5%. Penjualan ekspor meningkat 89% dari 306 ribu ton menjadi 579 ribu ton hingga kuartal lll-2023.

Pendapatan bersih INTP meningkat 9,9% menjadi Rp17,95 triliun karena peningkatan volume penjualan. Beban pokok pendapatan naik 8,2% menjadi Rp12,1 triliun yang berdampak pada peningkatan margin laba kotor dari 31,5% pada tahun 2022 menjadi 32,6% pada tahun 2023.

Beban operasional yang lebih tinggi sebesar 8,8% menjadi Rp3,63 triliun disebabkan oleh peningkatan volume penjualan dan peningkatan biaya yang terkait dengan perluasan operasi di Maros dan Grobogan.

Beban operasi lain (neto) tercatat Rp61,5 miliar atau lebih rendah 85,3% terutama disebabkan tingginya penyelesaian proyek one-off pada kuartal IV-2022, termasuk kerugian selisih kurs pada 2023 dibanding keuntungan selisih kurs pada 2022. Hal ini membuat margin laba usaha menjadi sebesar 12,7% dan EBITDA sebesar 20,4% untuk 2023.

Perseroan membukukan pendapatan neto yang lebih tinggi sebesar Rp84,7 miliar atau 108,6% seiring dengan kenaikan suku bunga secara keseluruhan pada 2023 dan beban PPh net relatif stabil sebesar Rp446,1 miliar atau naik 0,2%.

Dari angka di atas, laba tahun berjalan meningkat 5,9% dari Rp1,84 triliun pada 2022 menjadi Rp1,95 triliun pada 2023.

Usai mengakuisisi 100% saham PT Semen Grobogan yang diikuti dengan pelunasan pinjaman dengan kas sendiri dan restrukturisasi pinjaman, Indocement membukukan posisi kas bersih dengan kas dan setara kas menjadi Rp3,2 triliun pada akhir 2023.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa