Akurat Logo

BPS Ingatkan Potensi Inflasi Minyak Goreng hingga Telur di Ramadan 2024

Silvia Nur Fajri | 1 Maret 2024, 21:39 WIB
BPS Ingatkan Potensi Inflasi Minyak Goreng hingga Telur di Ramadan 2024

AKURAT.CO Badan Pusat Statistik (BPS) memperingatkan potensi kenaikan harga barang yang dapat meningkatkan inflasi selama bulan Ramadan 1444 Hijirah atau 2024.

Deputi Bidang Statistik Produksi BPS, M.Habibullah mengungkapkan data historis menunjukkan bahwa inflasi selalu terjadi setiap Ramadan.

Utamanya disebabkan oleh kenaikan harga bahan makanan seperti ayam, minyak goreng, daging sapi, gula pasir, dan telur ayam ras. 

Baca Juga: Inflasi Perdagangan Besar Februari 2024 Capai 0,73 Persen, Sektor Ini Alami Kenaikan Harga Tertinggi

"Dari data historis perkembangan inflasi, pada momen Ramadhan selalu terjadi inflasi," kata Habibullah di Kantor BPS Pusat, Jakarta, Jumat (1/3/2024).

Meskipun beras tidak biasanya menjadi penyebab utama inflasi selama Ramadan, kenaikan harga beras harus diwaspadai karena BPS mencatat peningkatan harga beras di semua saluran distribusi pada Februari 2024. 

"Harga beras di tingkat eceran mengalami kenaikan 5,28 persen secara month to month (bulanan) dan naik 19,28 persen secara year on year (tahunan)," ungkap Habibullah.

Menurutnya, harga gabah kering panen (GKP) pada bulan Februari 2024 mengalami kenaikan 27,14% secara tahunan dan 4,86% secara bulanan, sedangkan harga gabah kering giling telah melonjak 33,48% secara tahunan dan 6,13% secara bulanan. 

Sejalan dengan itu, harga beras di tingkat penggilingan, grosir, dan eceran pun mengalami kenaikan, dengan peningkatan harga beras di berbagai jenis dan kualitas serta di seluruh wilayah Indonesia.

Sementera itu, telah tercatat bahwa tingkat inflasi dalam satu tahun mencapai 2,75% (year-on-year/yoy), sementara inflasi dalam tahun kalender ini mencapai 0,41% (year-to-date/ytd).

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.