Akurat

Topang Perekonomian Masyarakat Terluar, Fleet Smart Aviation Dilengkapi Teknologi Mutakhir

M. Rahman | 20 Februari 2024, 15:56 WIB
Topang Perekonomian Masyarakat Terluar, Fleet Smart Aviation Dilengkapi Teknologi Mutakhir

AKURAT.CO PT Smart Cakrawala Aviation (Smart Aviation), perusahaan jasa angkutan udara niaga tak berjadwal atau carter terus meningkatkan ekosistem penerbangan di Indonesia lewat fleetnya.

Terbaru, perusahaan membeli 4 fleet dari Textron Aviation dengan harga mulai dari USD3,75 juta hingga USD9,80 juta secara cash atau tunai.

Dengan demikian, fleet yang dimiliki perusahaan sat ini mencapai 24 fleet. Rinciannya, 16 Unit Caravan, 4 Unit Pilatus PC-6, 3 Unit Cessna 172, 1 Unit Helikopter EC130 T2/H130 T2 untuk mendukung ekosistem industri penerbangan di Indonesia.

Baca Juga: Sustainable Aviation Fuel (SAF) Mengangkasa, Bioavtur Pertamina Untuk Penerbangan Ramah Lingkungan

Founder & CEO PT Smart Cakrawala Aviation, Pongky Majaya mengatakan fleet tersebut digunakan perusahaan untuk mendukung pemerintah, masyarakat terluar, melalui servis seperti charter flight untuk untuk kegiatan aerial survey, aerial photography ataupun air patrol, mengangkut kargo dan penumpang, teknik modifikasi cuaca (TMC), VIP Charter dan juga memiliki approved maintenance organization (AMO).

Selain itu, guna mendukung perekonomian masyarakat terluar di Indonesia, Smart Aviation selalu menyediakan jasa angkutan udara yang andal dan efisien. Upaya ini sejalan dengan misi perusahaan untuk memastikan konektivitas yang optimal, terutama di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau.

"Smart Aviation memiliki visi yang kuat untuk menjadi pelopor dalam meningkatkan ekosistem penerbangan Indonesia. Melalui teknologi canggih dan layanan berkualitas, kami berkomitmen untuk membantu mewujudkan konektivitas yang lebih baik, mendukung perekonomian masyarakat terluar, dan berkontribusi pada keberlanjutan ekonomi di Indonesia," kata Pongky di Jakarta, Selasa (20/2/2024).

Ditambahkan, saat ini bisnis perusahaan mayoritas didrive dari tiga segmen utama yakni teknik modifikasi cuaca atau TMC, penerbangan carter serta penerbangan perintis. Perusahaan fokus beroperasi di wilayah kepualaun Kalimantan dan Papua mengingat Sumatera dan Jawa juga sudah banyak dilayani oleh pesawast dengan kapasitas angkut yang lebih besar.

"Kapasitas pesawat kita 12 orang atau 1,25 ton barang. Yang TMC masih based on penunjukan langsung dari BMKG dan BNPB sedangkan yang carter reguler selalu ada. Kita juga ada penerbangan perintis ke remote area melayani Kemenhub, Pemda ataupun masyarakat (pengusaha) lokal. Ini jadi salah satu penyokong terbesar kami juga," imbuhnya.

 

Senada, General Manager Smart Aviation, Sonia Erlyn Nasution mengatakan Smart Aviation juga memberikan panggilan terbuka kepada berbagai pihak untuk berkolaborasi. Membuka peluang kerja sama, perusahaan siap melaksanakan mitigasi akibat cuaca, distribusi kebutuhan pokok ke wilayah terluar Indonesia, pemetaan wilayah/foto udara, pemetaan karbon, dan berbagai proyek lainnya.

Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

"Komitmen ini tidak hanya tentang bisnis, tetapi juga tentang memberikan nilai tambah bagi masyarakat Indonesia. Kami percaya bahwa dengan inovasi dan kerja sama, kita dapat mencapai atmosfer penerbangan yang lebih inklusif dan berkelanjutan untuk semua," ungkap Sonia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa