Akurat Logo

Sentuh 1,19 Juta Ton, Bos Bulog Sebut Stok Beras RI Aman

M. Rahman | 12 Februari 2024, 14:54 WIB
Sentuh 1,19 Juta Ton, Bos Bulog Sebut Stok Beras RI Aman

AKURAT.CO Direktur Utama Perum Bulog, Bayu Krisnamurthi memastikan stok beras di gudang bulog termasuk jenis beras premium aman untuk jangka pendek atau 1 hingga 2 bulan mendatang. 

Tercatat, stok beras di gudang Bulog saat ini mencapai 1,189 juta ton dengan porsi impor sebesar 5%.

Sayangnya dari jumlah stok tersebut, tidak dirinci berapa yang dikuasai Bulog dan berapa yang diserap dari petani dalam negeri. 

Baca Juga: Kebakaran Pasar Induk Cipinang Tak Ganggu Stok Beras

Ditambahkan, Bulog masih akan mengimpor beras ke depan mengingat masih ada musim paceklik di Juni, Juli, Oktober dan seterusnya. Pihaknya juga tidak akan membatasi impor beras jenis premium.

Alokasi impor beras untuk bulog sendiri mencapai 2 juta ton dan baru terealisasi 500 ribu ton. 

 

"Enggak ada (larangan impor beras premium), berapa pun yang dibutuhkan akan diimpor sepanjang sesuai aturan," ujarnya di Konpleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Senin (12/2/2024).

Sementara untuk beras bantuan pangan atau lebih dikenal sebagai bansos atau bantuan sosial, diakuinya akan kembali didistribusikan pada 15 Februari 2024 mendatang usai pemilu.

Asal tahu, konsumsi beras Indonesia sepanjang musim 2022/2023 lalu ditaksir mencapai 35,5 juta ton, setara 2,95 juta ton per bulan, menurut data Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA).

Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan Kementerian/Lembaga (K/L) terkait untuk segera menekan harga beras eceran pada Maret mendatang. 

Instruksi tersebut disampaikan oleh Kepala Negara saat rapat internal dengan sejumlah menteri, mulai dari Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Dirut Bulog Bayu Krisnamurthi dan Kepala Bapanas Arief Prasetya Adi di Istana Negara hari ini.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa