Akurat Logo

Adira Finance Tumbuh di Tengah Tekanan Daya Beli, Segmen Nonotomotif Ikut Menopang

Idham Nur Indrajaya | 31 Oktober 2026, 09:07 WIB
Adira Finance Tumbuh di Tengah Tekanan Daya Beli, Segmen Nonotomotif Ikut Menopang
Pembiayaan Adira Finance tumbuh 13% menjadi Rp35,1 triliun di tengah tekanan daya beli. Segmen nonotomotif ikut menopang pembiayaan. - Ilustrasi: Gemini Google

AKURAT.CO Adira Finance masih mampu mencatatkan pertumbuhan bisnis di tengah tekanan daya beli masyarakat dan ketidakpastian ekonomi sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Perusahaan membukukan pembiayaan baru sebesar Rp35,1 triliun atau meningkat 13% secara tahunan (year-on-year/YoY) hingga September 2026.

Pertumbuhan tersebut didukung oleh peningkatan pembiayaan di seluruh segmen, baik otomotif maupun nonotomotif. Diversifikasi bisnis menjadi salah satu aspek penting bagi perusahaan pembiayaan untuk menjaga momentum penyaluran kredit ketika konsumen semakin berhati-hati dalam mengatur pengeluaran.

Kondisi ini berlangsung ketika tekanan terhadap daya beli, khususnya kelompok masyarakat menengah, masih menjadi tantangan. Kenaikan harga energi, inflasi, serta pelemahan nilai tukar rupiah turut menjadi faktor yang perlu diperhatikan pelaku industri keuangan.

Di tengah situasi tersebut, Adira Finance juga mencatatkan piutang pembiayaan yang dikelola sebesar Rp65,8 triliun pada akhir September 2026, tumbuh 7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Adira Finance Tetap Tumbuh di Tengah Tekanan Daya Beli

Pertumbuhan pembiayaan baru sebesar 13% menunjukkan aktivitas bisnis Adira Finance masih berkembang meskipun kondisi ekonomi belum sepenuhnya kondusif. Nilai penyaluran pembiayaan perusahaan mencapai Rp35,1 triliun sepanjang Januari hingga September 2026.

Salah satu hal yang menarik dari capaian tersebut adalah pertumbuhan yang tidak hanya berasal dari pembiayaan otomotif, tetapi juga didukung segmen nonotomotif. Dengan demikian, perusahaan memiliki lebih dari satu sumber pertumbuhan untuk menopang aktivitas bisnisnya.

Diversifikasi menjadi relevan ketika kondisi daya beli masyarakat menghadapi tekanan. Konsumen cenderung lebih selektif dalam mengambil keputusan pembiayaan, terutama ketika pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari meningkat atau pendapatan rumah tangga mengalami ketidakpastian.

Bagi perusahaan multifinance, situasi tersebut menuntut strategi penyaluran pembiayaan yang lebih adaptif. Ketergantungan pada satu segmen pasar dapat membuat pertumbuhan bisnis lebih rentan terhadap perubahan permintaan di sektor tersebut.

Karena itu, pengembangan berbagai segmen pembiayaan dapat membuka peluang untuk menjangkau kebutuhan konsumen yang lebih luas. Meski begitu, setiap penyaluran tetap perlu mempertimbangkan kemampuan membayar dan profil risiko calon nasabah.

Pertumbuhan Adira Finance juga terlihat dari sisi portofolio. Piutang pembiayaan yang dikelola perusahaan mencapai Rp65,8 triliun pada akhir September 2026, meningkat 7% secara tahunan.

Angka pembiayaan baru dan piutang pembiayaan tersebut menggambarkan dua hal berbeda. Pembiayaan baru menunjukkan nilai penyaluran selama periode tertentu, sedangkan piutang pembiayaan mencerminkan portofolio yang masih dikelola perusahaan pada suatu titik waktu.

Baca Juga: Laba Bersih Adira Finance Melonjak 56 Persen setelah Merger dengan Mandala, Ini Faktor Pendorongnya

Baca Juga: Adira Finance Bina 36 Pedagang Pasar Liluwo Gorontalo, Berikut Sederet Program dan Manfaatnya

Segmen Nonotomotif Ikut Menopang Pertumbuhan Pembiayaan

Salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan Adira Finance adalah peningkatan pembiayaan di segmen nonotomotif. Kehadiran segmen ini membuat aktivitas bisnis perusahaan tidak hanya bergantung pada permintaan kendaraan bermotor.

Dalam industri multifinance, kebutuhan konsumen terhadap pembiayaan memiliki karakteristik yang beragam. Permintaan tidak selalu berkaitan dengan pembelian mobil atau sepeda motor, sehingga perusahaan perlu mengembangkan portofolio yang mampu menjangkau kebutuhan di luar sektor otomotif.

Diversifikasi tersebut dapat menjadi salah satu sumber pertumbuhan ketika pasar kendaraan menghadapi perlambatan atau konsumen menunda pembelian. Perusahaan tetap memiliki peluang untuk menyalurkan pembiayaan melalui segmen bisnis lainnya.

Namun, kontribusi segmen nonotomotif terhadap total pembiayaan Adira Finance belum dapat dihitung secara terperinci dari data kinerja yang tersedia. Perusahaan hanya menyampaikan bahwa peningkatan pembiayaan di seluruh segmen, baik otomotif maupun nonotomotif, mendukung pertumbuhan penyaluran sebesar 13%.

Karena itu, pertumbuhan tersebut lebih tepat dibaca sebagai hasil perkembangan bisnis di berbagai lini, bukan semata-mata karena satu segmen tertentu.

Diversifikasi juga bukan berarti perusahaan terbebas dari risiko. Setiap jenis pembiayaan memiliki karakteristik konsumen, kebutuhan, dan potensi risiko yang berbeda. Perusahaan tetap harus memastikan proses analisis kelayakan dan pemantauan berjalan sesuai profil masing-masing portofolio.

Pasar Motor dan Mobil Masih Tumbuh, Bagaimana Dampaknya bagi Adira Finance?

Di tengah tekanan daya beli, pasar otomotif Indonesia masih mencatatkan pertumbuhan selama sembilan bulan pertama 2026. Penjualan ritel sepeda motor baru meningkat 10% secara tahunan menjadi 5,1 juta unit.

Sementara itu, penjualan ritel mobil baru tumbuh 16% YoY menjadi 676.000 unit. Perkembangan ini menunjukkan aktivitas pasar kendaraan bermotor masih berjalan positif pada periode tersebut.

Pertumbuhan penjualan kendaraan dapat membuka peluang bagi perusahaan multifinance. Sebagian konsumen menggunakan fasilitas pembiayaan untuk membeli kendaraan, sehingga aktivitas pasar otomotif berkaitan dengan kebutuhan penyaluran kredit.

Meski demikian, peningkatan penjualan kendaraan tidak otomatis mencerminkan pemulihan daya beli seluruh kelompok masyarakat. Pertumbuhan pasar juga perlu dilihat bersama kondisi pendapatan, harga kendaraan, suku bunga, dan kemampuan konsumen memenuhi kewajiban angsuran.

Bagi Adira Finance, pasar otomotif tetap menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan bisnis. Namun, dukungan dari segmen nonotomotif turut memperlihatkan pentingnya diversifikasi dalam menjaga pertumbuhan pembiayaan.

Kombinasi kedua segmen tersebut memberikan gambaran bahwa perusahaan tidak hanya mengandalkan satu sumber permintaan. Strategi ini relevan ketika kondisi ekonomi dapat memengaruhi keputusan konsumen secara berbeda pada setiap jenis kebutuhan pembiayaan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.