Mensos Pastikan Siswa Korban Perundungan di Sekolah Rakyat Kembali Bersekolah

AKURAT.CO Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, memastikan siswa Sekolah Rakyat yang sebelumnya menjadi korban dugaan perundungan telah kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar. Kementerian Sosial juga terus memberikan pendampingan kepada siswa maupun orang tuanya.
Dia mengatakan, siswa tersebut sempat mengalami syok setelah peristiwa perundungan mencuat. Kemensos kemudian memberikan waktu bagi yang bersangkutan untuk memulihkan kondisi sebelum kembali bersekolah.
"Jadi kita terus dampingi orang tua dan siswanya. Alhamdulillah kita lihat anaknya sudah mau bersekolah lagi," kata Gus Ipul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip Sabtu (31/10/2026).
Baca Juga: Kementerian PU Terapkan BIM untuk Perkuat Pengawasan Sekolah Rakyat Tahap II
Saat ini, pendampingan terhadap keluarga korban masih terus dilakukan. Kemensos juga membuka ruang diskusi dengan orang tua untuk memastikan penanganan berjalan baik.
Selain itu, pihaknya telah berkomunikasi dengan pimpinan Universitas Pertahanan (Unhan) guna mencari solusi terbaik atas persoalan tersebut. Kejadian ini harus menjadi bahan evaluasi bersama agar kasus serupa tidak kembali terjadi di lingkungan Sekolah Rakyat.
"Kita juga bicara dengan pimpinan Universitas Pertahanan. Kita cari solusi yang terbaik dan tentu yang paling penting ini menjadi pelajaran untuk tidak terulang lagi," ujarnya.
Meski demikian, Gus Ipul menilai pelaksanaan program pengabdian Kadet Unhan di Sekolah Rakyat secara umum telah berjalan dengan baik. Dia bahkan berharap kegiatan tersebut dapat kembali dilanjutkan pada tahun depan.
Baca Juga: 265 Sekolah Rakyat Berdiri hingga Oktober 2026, Jalan untuk Masa Depan Anak Indonesia Lebih Baik
Menurutnya, kehadiran para kadet memberikan manfaat bagi siswa, terutama dalam membangun kedisiplinan selama mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.
"Saya ingin tegaskan ini bahwa secara umum berjalan dengan baik dan saya berharap tahun depan kita bisa teruskan lagi kegiatan pengabdian dari Kadet Unhan ini di Sekolah Rakyat," tuturnya.
Gus Ipul menegaskan, insiden perundungan tersebut tidak boleh dianggap sepele meskipun terjadi di tengah pelaksanaan program yang secara umum dinilai memberikan dampak positif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








