Akurat

Peringatan Isra Miraj, Momen Refleksi Nilai-nilai Ekonomi dan Keuangan Syariah

Silvia Nur Fajri | 8 Februari 2024, 16:11 WIB
Peringatan Isra Miraj, Momen Refleksi Nilai-nilai Ekonomi dan Keuangan Syariah

AKURAT.CO Setiap tahun, umat Muslim di seluruh dunia memperingati peristiwa penting dalam sejarah agama mereka yang dikenal sebagai Isra Miraj.

Hari ini, Kamis, 8 Februari 2024, umat Muslim mengenang perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem, diikuti dengan perjalanan ke langit dan pengalaman mendalam di hadapan Allah SWT.

Mengutip berbagai sumber, peristiwa Isra Miraj bukan hanya memberikan pelajaran spiritual, tetapi juga menawarkan pandangan yang berharga dalam konteks keuangan dan ekonomi syariah.

Baca Juga: Laporan IFDI 2023: Indonesia Masuk Peringkat 3 Terbaik Keuangan Syariah Global

Dalam Islam, keuangan dan ekonomi dipandang sebagai bagian integral dari kehidupan sehari-hari yang harus diatur sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Oleh karena itu, momen ini menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Islam terkait dengan aspek keuangan dan ekonomi.

Salah satu prinsip utama dalam ekonomi syariah adalah larangan riba atau bunga. Allah SWT dengan tegas mengharamkan riba dalam Al-Quran, seperti yang dinyatakan dalam Surah Al-Baqarah ayat 275: 

"Orang-orang yang memakan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Barangsiapa yang telah datang kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Barangsiapa yang mengulangi (mengambil riba), maka mereka itulah penghuni-penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya," bunyi ayat tersebut dikutip Kamis (8/2/2024).

Selain larangan riba, Isra Mi'raj juga menyoroti pentingnya zakat dan sedekah dalam meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi umat. Zakat adalah kewajiban bagi umat Muslim untuk menyisihkan sebagian dari kekayaan mereka dan memberikannya kepada yang membutuhkan.

Sedekah, di sisi lain, adalah tindakan sukarela memberikan bantuan kepada sesama tanpa mengharapkan imbalan. Allah SWT juga memerintahkan zakat dalam Al-Quran, sebagaimana yang disebutkan dalam Surah At-Taubah ayat 60.

Peristiwa Isra Mi'raj juga menekankan pentingnya transparansi dan keadilan dalam semua transaksi ekonomi. Nabi Muhammad SAW dalam hadis riwayat Imam Muslim menyatakan larangan terhadap tujuh dosa besar, di antaranya adalah memakan riba.

Hal ini menunjukkan betapa pentingnya menjalankan bisnis dan perdagangan dengan mematuhi prinsip-prinsip kejujuran, keadilan, dan integritas.

Selama momen peringatan Isra Mi'raj, umat Muslim di seluruh dunia diingatkan untuk merefleksikan nilai-nilai spiritual dan etika dalam kehidupan ekonomi mereka.

Dengan mengikuti ajaran yang terkandung dalam Isra Mi'raj, umat Muslim diharapkan dapat membangun masyarakat yang lebih adil, berkelanjutan, dan sejahtera berdasarkan prinsip-prinsip ekonomi syariah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.